LayarBerita.com – Busi merupakan salah satu yang berperan besar untuk menjaga performa dan efisiensi mesin kendaraan. Lantaran busi berfungsi sebagai pemantik api dalam proses pembakaran bensin dan berujung pada pergerakan putaran mesin.

Kendati begitu, seiring mobil dipakai, akan ada titik ia mulai melemah. Tidak lagi memercikkan api sehebat dulu atau malah mati total akibat berbagai faktor. Baik itu efek penumpukan residu karbon, setelan campuran bensin dan udara, atau keausan di komponen lainnya. Yang jelas hal ini bisa membuat tunggangan jadi kurang nyaman untuk dikendarai.

Umumnya busi harus diganti setiap interval perawatan tertentu. Namun, jika kalian tidak yakin apakah masih layak pakai atau tidak, beberapa gejala umum berikut bisa dijadikan acuan. Seperti dilansir autofun, inilah gejala busi bermasalah,

Sulit Starter dan Langsam Kasar

Banyak kemungkinan yang menyebabkan mesin sulit menyala. Entah itu kekurangan suplai listrik dari aki, pasokan bahan bakar tidak lancar, dan sebagainya. Namun, kondisi busi tidak layak pun sangat mungkin jadi sumber permasalahan.

Pasalnya, mesin harus bekerja lebih berat ketika kekuatan percikan kurang dari kebutuhan. Tidak sanggup menciptakan panas dan malah menjadi beban bagi ruang silinder lain, bukan pendorong. Di samping itu, suara langsam dapat terdengar lebih kasar bila satu saja busi kurang sehat.

Coba perhatikan suara gemeretak asing dan posisi langsam atau idling kurang stabil. Atau parahnya mesin sampai benar-benar pincang. Sama sekali tidak akan mengalun halus bahkan menciptakan getaran hebat ke kabin. Memang hal ini bisa saja diakibatkan malfungsi sistem pengapian, tapi tidak menutup kemungkinan juga kalau sebatas dari busi.

Napas Mesin Tersedak dan Akselerasi Loyo

Misfire adalah salah satu buntut dari penurunan efektivitas busi. Proses pembakaran dapat terinterupsi sehingga putaran mesin akan terasa seperti sedikit tersedak. Juga pada bagian knalpot terdengar letupan berbeda saat salah satu silinder ketinggalan tempo. Kalau ini terjadi, bensin berpotensi terbuang dan merusak catalytic converter.

Juga selain itu, dampak busi bermasalah terasa saat mobil diajak berakselerasi. Performa turun, bakal kehilangan semangat untuk berlari lantaran tidak memiliki percikan yang cukup untuk membakar seluruh campuran bensin dan udara.

Frekuensi ke SPBU Meningkat

Busi yang rusak menambah beban bagi mesin. Turut buang-buang bensin juga lantaran tidak terbakar sempurna. Performa memacu turun dan bisa dipastikan tidak ada perbaikan efisiensi bahan bakar sama sekali. Yang ada bensin jadi lebih boros ketimbang gelontoran tenaga.

Check Engine Light Menyala

Andai benar-benar tidak bisa merasakan perbedaan dari performa, check engine light akan mengingatkan pengemudi dengan sendirinya. Begitu pun bila tidak yakin kapan terakhir mobil diservis. Trip computer dapat memberi tahu apakah jadwal ke bengkel sudah terlewat apa belum.

Untuk Meyakinkan Diri Sendiri

Ketika performa mobil terasa kurang bersemangat dan gejala-gejala tadi muncul, ada baiknya segera ke bengkel. Sebelum kondisi semakin parah dan merembet ke komponen lain. Atau, bukan tidak mungkin juga diakibatkan oleh masalah di bagian mesin lainnya.

Untuk meyakinkan diri sendiri, kalian dapat menilai kondisi elektroda. Buka busi satu per satu agar urutan kabel tidak tertukar. Cek apakah bagian ujungnya dalam kondisi normal atau tidak. Busi normal akan memiliki deposit cokelat atau keabuan di sisi samping elektroda.

Jika lain dari itu patut dicurigai. Misal diselimuti tumpukan jelaga hitam mengering dan berkerak. Atau, terlihat melepuh akibat overheating. Kondisi ini jelas mengganggu kinerja permukaan elektroda. Perlu jadi perhatian pula ketika tampak diselimuti oli sebab tidak semestinya eksis di ruang bakar. Ini mengindikasikan kerusakan lain seperti ring piston atau seal klep. [autofun]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *