Layarberita.com – Struktur mesin sebuah kendaraan seperti mobil, tentu punya engine bay atau ruang mesin, dimana terdapat bagian yang dinamai sebagai engine mounting (dudukan mesin). Komponen mobil ini memang tidak sering rusak atau perlu diganti.

Tetapi lantaran usia pakai dan kondisi medan berkendara yang buruk, dudukan mesin bisa mengalami kerusakan tanpa kita sadari.  Mungkin engine mounting ini dianggap sepele, padahal peranannya sangat vital. Sebab, getaran mesin yang cukup besar ini diredam dengan baik oleh engine mounting.

Setiap dinyalakan, mesin mobil akan selalu menghasilkan getaran yang cukup kuat.  Namun, engine mounting berfungsi untuk meminimalisasi getaran tersebut agar tidak terasa oleh penumpang.

Jika getaran di dalam mobil terasa lebih hebat dari biasanya, bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh adanya kerusakan dari engine mounting di mobil. Bisa dari karetnya sudah getas atau pecah dan lain sebagainya.

Engine mounting alias pangkon juga bisa berperan seperti suspensi bagi mesin saat mobil melewati jalan tidak rata. Mesin mobil memiliki bobot lumayan berat, akan bergoyang-goyang saat body mobil bergoyang. Guncangan ini diredam oleh engine mounting sehingga mesin tetap diam ditempatnya.

Dudukan mesin merupakan part yang memiliki umur panjang, masuk dalam kategori slow moving. Umur pemakaian engine mounting biasanya menggunakan ukuran jarak tempuh, antara 50 sampai 60 ribu kilometer. Namun melihat kondisi kota-kota besar di Indonesia yang sangat macet, membuat odometer sedikit tapi jam terbang mesin sudah sangat besar.

Lantas, seperti apa gejala kerusakan yang bisa terjadi di engine mounting? Apa akibatnya kalau kerusakan tersebut dibiarkan? Ayo kita ulas lebih mendalam!

Untuk mobil diesel lawas seperti Isuzu Panther atau Mitsubishi L300 getaran dari mesin jadi makanan sehari-hari. Namun beda cerita bila getaran besar ini terasa di mobil bermesin bensin saat idle.

Dalam situasi tersebut, guncangan muncul karena engine mounting sudah tidak mampu menyangga mesin dengan baik. Karena itulah, toleransi guncangannya akan terasa kasar. Kamu mungkin juga akan sering merasakan hentakan yang berasal dari mesin saat mobil baru dihidupkan.

Engine mounting biasanya terletak di antara mesin dan rangka mobil. Jadi, kamu perlu melakukan pengecekan di komponen tersebut jika ingin memastikan kondisi karetnya masih layak. Efek getaran yang cukup signifikan dirasakan oleh para pengemudi biasanya muncul saat sedang melewati polisi tidur atau jalan bergelombang.

Waspadai bila sesekali mesin bergetar lumayan kasar, bisa jadi itu adalah pertanda engine mounting mulai lemah. Engine mounting biasanya juga terbuat dari bahan karet yang mampu menopang komponen mesin agar tidak banyak bergerak.

Nah, bahan elastis ini bisa saja getas atau robek sehingga muncul guncangan yang diakibatkan oleh kerusakan tersebut. Dikutip dari laman Daihatsu, engine mounting getas bisa ditandai dengan kemunculan suara yang tidak normal seperti suara klutuk-klutuk dari mesin.

Bila kerusakan tersebut hanya dibiarkan begitu saja, berpotensi membuat kerusakan komponen lain akibat efek guncangan. Ada beberapa komponen yang bisa bermasalah sebagai efek kerusakan engine mounting, antara lain:

Dilansir laman autofun.co.id, untuk mobil lama yang masih menggunakan kipas berbasis belt (non-elektrik fan) seperti mobil-mobil bermesin diesel, letak kipas ada pada mesin. Karena letaknya pada mesin, maka ketika mesin bergoyang kipas juga ikut bergoyang dan berakibat kipas berpotensi menggesek kisi-kisi radiator.

Getaran ini juga bisa membuat klem pengikat selang radiator jadi kendur. Air radiator pun bisa merembes dan potensi overheat meningkat. Getaran Bikin Saluran Bahan Bakar Jadi Rentan Bocor, BBM tak Tersalurkan Sempurna

Dengan getaran yang cukup kasar, bisa membuat klem sambungan untuk selang bisa kendur. Tidak cuma selang radiator tapi juga selang bahan bakar. Sambungan selang ke injektor bisa kendur, ikut retak atau mungkin terlepas.

Asupan bensin pun jadi kacau dan bakal berbahaya bila selangnya terlepas. Bahan bakar bisa berceceran dan bila terkena panas sekitar busi bisa meletup jadi penyebab kebakaran. Jadi, jangan sepelekan kerusakan engine mounting ini demi kenyamanan dan keselamatan berkendara. [autofun]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *