LayarBerita, Lhokseumawe – Hampir tujuh tahun sudah penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) oleh BPJS Kesehatan sejak tahun 2014. Tak sedikit pula masyarakat Indonesia yang sudah memanfaatkan jaminan kesehatannya.

Per November 2020, tercatat sebanyak 223.066.814 jiwa rakyat Indonesia sudah menjadi peserta Program JKN-KIS yang terbagi ke dalam beberapa segmentasi peserta dan hampir setengahnya terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI APBN dan APBD).

Seperti halnya Nurul Hayati (31), ibu dari dua orang anak ini beberapa waktu lalu pernah terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Pemda Aceh, namun saat ini ia dan keluarganya sudah beralih menjadi peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) dari salah satu badan usaha di Kota Lhokseumawe.

“Dulu pernah pakai JKA (PBI APBD Aceh-red), sekarang Alhamdulillah karena suami sudah kerja jadi sudah dapat dari kantor suami dengan hak kelas II,” ujar Nurul, Selasa (29/12/2020) kemarin.

Ia pun bercerita bahwa meskipun sempat lama menjadi peserta penerima bantuan, pelayanan kesehatan yang didapatnya dulu (peserta PBI) di kelas III tak berbeda dengan pelayanan saat ini.

“Kalau di bandingkan pakai JKA dulu dan sekarang iuran dari gaji, tidak ada bedanya. Dua-duanya baik, cuma beda ruang inap kalau di rumah sakit aja,” kata Nurul yang kembali mencoba mengingat pelayanan yang pernah ia dapatkan.

Oleh karena itu, berbekal pengalaman mendapat pelayanan yang sangat baik sewaktu melahirkan dulu, kini wanita yang kesehariannya menjalani laundry rumahan di daerah Blang Pulo, Kota Lhokseumawe ini tak sungkan menyarankan para kerabatnya untuk mendaftarkan diri sebagai peserta Program JKN-KIS.

“Semua keluarga saya suruh daftar BPJS, yang kurang-kurang mampu saya bilang daftar JKA aja, karena pelayanan kan sama baik nya, semua obatnya juga sama,” pungkasnya.

Tak hanya itu sambungnya, sehubungan dengan penyelenggaraan Program JKN-KIS Nurul pun mengapresiasi terobosan-terobosan yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kemarin itu adik saya mau daftarkan anaknya, ternyata sekarang sudah bisa daftar pakai WA (Whatsapp) jadi kami nggak perlu ke kantor lagi, perubahan yang sangat-sangat membantu,” ujar Nurul.

Sebelum menutup perbincangan Nurul pun berpesan agar seluruh masyarakat membekali diri dan keluarga dengan kepesertaan Program JKN-KIS sebagai jaminan biaya pelayanan kesehatan yang disadarinya tidak murah.

“Sakit itu mahal, pakai BPJS biar kita nggak susah pikir biayanya, InsyaAllah pelayanannya memuaskan,” tutup Nurul. (rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *