LayarBerita, Lhokseumawe – Kepala Dinas kesehatan Kota Lhokseumawe dr. Said Alam Zulfikar menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) dan  lintas sektor terkait penanganan pasien Covid-19 yang meninggal.

Rapat koordinasi yang dilaksanakan di ruang Media Center Satgas Covid-19 Kota Lhokseumawe, hari lalu dan menghasilkan keputusan bahwa jenazah pasien dengan Covid-19 harus diperlakukan dengan etis dan layak sesuai dengan agama, nilai, norma dan budaya setempat.

Dalam rapat tersebut juga disepakati bahwa pemulasaran jenazah dilakukan oleh tenaga yang telah ditunjuk oleh Satgas Covid-19 Kota Lhokseumawe yang dilengkapi dengan APD sesuai standar.

 

Masyarakat juga diminta untuk mempercayakan prosesi pemakaman kepada petugas.  Sehingga dapat melindungi masyarakat lainnya dari kemungkinan terpapar virus yang masih menjadi pandemic di semua belahan dunia ini.

Selain itu, rapat yang dihadiri oleh Sekda Kota Lhokseumawe T. Adnan, juga membahas upaya penanganan  untuk  pencegahan penyebaran Covid-19 yang lebih luas.

Terkait pelacakan kontak erat, pemeriksaan laboratorium atau penanganan lain sesuai kebutuhan, keterlibatan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.  Yaitu 3M (menjaga jarak, mencuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir serta memakai masker), dr.Said Alam Zulfikar menegaskan agar tetap berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat atau fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) yang ada.

“Kita berharap semua elemen masyarakat sama-sama peduli untuk penerapan protokol kesehatan.  Sehingga penyebaran Covid-19 dapat dicegah dengan baik.  Sebab dengan kesadaran bersama, akan mempercepat pemutusan rantai penyebaran Covid-19,” tutup Said. [BIM]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *