LayarBerita, Lhokseumawe  – Tim Opsnal Satuan Reserse Kriminal Polres Lhokseumawe berhasil meringkus 3 pria yang menjadi tersangka pelaku rudapaksa seorang wanita berinisial Bunga (21) warga Kota Lhokseumawe, Selasa (23/8/2021).

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto dalam konferensi pers dengan sejumlah awak media mengatakan, ketiga tersangka yang ditangkap berinisial, DS (37), S (25) dan MFI (26) warga Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Penangkapan tersebut berdasarkan Laporan Polisi (LP) 292/VIII/2021/Aceh/ Res. Lsmw, tanggal 23 Agustus 2021. di gedung serbaguna Wira Satya Mapolres Lhokseumawe, Senin (30/8/2021)

Adapun kronologis kejadian, lanjut Kapolres, pada Senin (23/8/2021) sekitar pukul 02.00 WIB, korban bersama saksi YD jalan-jalan menuju ke Batuphat, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe menggunakan sepeda motor. Namun, sesampainya di Batuphat, sepmor yang ditumpangi korban dan YD mengalami bocor ban.

Lantaran tidak ada tukang tambal ban, lanjut Kapolres, YD menghubungi temannya untuk menjemput mereka dengan sepeda motor lain. Setelah di jemput, keduanya singgah di sebuah warung bakso di Desa Uteun Bayi, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe untuk menyimpan sepmor yang bocor ban.

Pada saat itu, lanjut AKBP Eko Hartanto, korban menumpang ke kamar mandi hendak buang air kecil.  Tetapi saat korban masih dalam kamar mandi, ketiga tersangka masuk ke tempat tersebut.  Bahkan tersangka DS langsung ke belakang mencari korban, sedangkan dua tersangka lain berada di depan menginterogasi YD dan temannya.

“Tersangka DS mengancam korban dengan pisau agar A mau berhubungan badan. Setelah DS selesai melakukan perbuatannya, tersangka DS keluar dari kamar mandi dan bergantian dengan dua tersangka lain yaitu S serta MFI,” terang Kapolres.

Tidak hanya sampai di situ, usai MFI melakukan hal terlarang tersebut, tersangka DS kembali masuk dan membawa korban ke kamar tidur untuk memaksa korban melakukan hubungan badan sekali lagi. Korban memohon agar dilepaskan dan diantar pulang. Setelah mendapat izin dari tersangka DS, akhirnya A diantar pulang oleh rekan YD.

“Saksi meminta masalah itu tidak diperpanjang dan diselesaikan tanpa diketahui oleh orang lain. Ke tiga tersangka setuju, namun meminta uang sebesar Rp 4 juta. Karena YD tidak memiliki uang sebanyak itu, tersangka mengambil ponsel milik YD sebagai jaminan,” jelas Eko Hartanto.

Adapun barang bukti yang diamankan, yaitu pakaian korban dan sebilah pisau yang digunakan tersangka untuk mengancam korban. Ketiga tersangka dijerat pasal 46, pasal 48, Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat, dengan ancaman cambuk 45 kali atau denda 450 gram emas murni atau penjara paling lama 45 bulan. [Yasier]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *