LayarBerita.com – Tanda-tanda kekurangan vitamin E sering kali tidak disadari, sehingga banyak yang terlambat untuk diobati. Sebetulnya, kekurangan vitamin E cukup jarang terjadi. Kondisi ini biasanya dialami oleh orang yang memiliki gangguan pencernaan dan penyerapan nutrisi.

Vitamin E adalah salah satu jenis vitamin yang larut lemak. Vitamin E merupakan nutrisi penting yang berfungsi untuk menjaga daya tahan tubuh dan memelihara kesehatan kulit, mata, otak, dan sistem reproduksi. Vitamin ini juga memiliki sifat antioksidan yang mampu melindungi sel tubuh dari efek radikal bebas.

Tak hanya itu, vitamin E juga diduga mampu mengurangi risiko terjadinya berbagai penyakit, seperti penyakit Alzheimer, penyakit mata dan jantung, bahkan kanker.

Kekurangan vitamin E umumnya disebabkan oleh gangguan pencernaan yang membuat lemak dan vitamin larut lemak, yaitu vitamin A, D, E, dan K, sulit untuk diserap tubuh. Beberapa gangguan tersebut meliputi:

  • Pankreatitis kronis
  • Cystic fibrosis
  • Penyakit Crohn
  • Penyakit celiac
  • Sirosis hati

Pada kasus yang jarang terjadi, kekurangan vitamin E juga dapat disebabkan oleh faktor keturunan dan kelainan genetik yang membuat tubuh sulit mencerna vitamin E.

Selain berbagai kondisi di atas, kekurangan vitamin E juga bisa disebabkan oleh diet ekstrim atau kurangnya asupan makanan yang mengandung vitamin E, seperti kacang-kacangan, minyak sayur, dan sayuran, seperti bayam dan brokoli.

Saat tubuh kekurangan vitamin E, otot akan melemah dan koordinasi gerak tubuh akan terganggu. Kondisi ini akan menyebabkan Anda kesulitan dalam melakukan berbagai aktivitas, seperti berjalan atau mengambil benda.

Selain itu, ada beberapa gejala yang dapat muncul saat tubuh kekurangan vitamin E, antara lain:

  • Refleks tubuh lambat.
  • Gangguan koordinasi gerakan tubuh, misalnya banyak bergerak atau sulit mengambil suatu benda.
  • Gangguan penglihatan.
  • Kesemutan atau mati rasa di bagian tubuh tertentu.
  • Pucat dan mudah lelah.

Jika dibiarkan berkepanjangan, tanda gejala kekurangan vitamin E bisa menjadi berat atau bahkan menyebabkan beberapa masalah kesehatan berat, seperti kebutaan, aritmia, dan demensia.

Kekurangan vitamin E juga rentan dialami oleh bayi prematur dan bayi baru lahir yang memiliki berat badan rendah. Bayi dengan kondisi tersebut umumnya memiliki sistem pencernaan yang belum sempurna, sehingga belum mampu menyerap vitamin E dengan baik.

Cara Mengatasi Kekurangan Vitamin E

Kebutuhan asupan vitamin E setiap orang berbeda dan umumnya disesuaikan dengan usia serta jenis kelaminnya. Berikut ini adalah rekomendasi asupan vitamin E yang perlu dipenuhi setiap harinya:

  • Bayi: 4-5 mg.
  • Anak di bawah usia 14 tahun: 6-11 mg.
  • Orang dewasa dan ibu hamil: 15 mg.
  • Ibu menyusui: 19 mg.

Untuk bayi prematur dan bayi baru lahir yang mengalami kekurangan vitamin E, penanganan umumnya dilakukan dengan memberi asupan ASI atau susu formula yang ditambahkan suplemen vitamin E.

Selain dari suplemen yang diminum, asupan vitamin E tambahan juga bisa diberikan melalui suntikan.

Untuk anak-anak, remaja, dan orang dewasa, kebutuhan harian vitamin E dapat diperoleh dengan menjalani pola makan sehat yang bergizi seimbang. Beberapa jenis makanan yang mengandung vitamin E adalah:

  • Minyak nabati, seperti minyak kelapa sawit dan minyak zaitun.
  • Kacang-kacangan, seperti kacang tanah dan almond.
  • Gandum utuh.
  • Sayuran hijau, seperti brokoli dan bayam.
  • Telur.
  • Buah, seperti kiwi, mangga, dan alpukat.

Penggunaan suplemen vitamin E juga mungkin dapat digunakan mengatasi kondisi kekurangan vitamin E. Namun, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui dosis yang sesuai kondisi Anda. Hal ini karena asupan vitamin E yang terlalu banyak juga tidak baik dan dapat menyebabkan keracunan vitamin E.

Bila Anda merasa gejala atau tanda kekurangan vitamin E, segeralah konsultasikan kondisi tersebut ke ke dokter gizi. Untuk memastikan diagnosis dan penyebab kekurangan vitamin E, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes darah untuk mengevaluasi kadar vitamin E dalam tubuh Anda.

Setelah itu, dokter dapat memberikan pengobatan yang tepat untuk mengatasi tanda-tanda kekurangan vitamin E yang Anda alami. (AloDokter.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.