LayarBerita, Aceh Utara – Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara Dr A Murtala, mewakili Bupati Aceh Utara melantik 5 pejabat JPT Pratama Pemkab Aceh Utara, Selasa (28/9/2021), bertempat di aula Kantor Bupati di Landeng, Lhoksukon.  Mutasi kali ini tidak ada pejabat yang di nonjob-kan, hanya pergeseran OPD.

Adapun para pejabat JPT Pratama (Eselon II) Kabupaten Aceh Utara yang dilantik dan diambil sumpahnya oleh Sekda Dr A Murtala, MSi, masing-masing Nyak Tiari, SE, MM, dilantik menjadi Kepala Dinas Penanaman Modal, Transmigrasi dan Tenaga Kerja dari posisi sebelumnya sebagai Sekretaris DPRK Aceh Utara.

Sementara Halidi, SSos, MM, dilantik menjadi Staf Ahli Bidang Keistimewaan, Kemasyarakatan dan SDM. Halidi sebelumnya merupakan Kepala Dinas Penanaman Modal, Transmigrasi dan Tenaga Kerja.

Posisi Sekretaris DPRK yang ditinggal Nyak Tiari sekarang diisi oleh Drs Teuku Safwansyah yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan.

Sementara Iskandar, SSTP, MSP, dipercaya menjadi Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM, bergeser dari jabatan sebelumnya sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Jabatan yang ditinggalkan Iskandar sekarang diisi oleh Saifullah, MPd, yang sebelumnya merupakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara Dr A Murtala, MSi, dalam sambutannya meminta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru dilantik untuk menciptakan kreativitas kerja dalam menghadapi suasana pandemi saat ini.

Seorang kepala OPD haruslah memiliki daya cipta dan inovasi serta kreativitas kerja, sehingga suasana pandemi tidak lagi dianggap sebagai permasalahan yang menghambat tugas dan pekerjaan. Sebaliknya, kondisi pandemi Covid-19 hendaknya mampu menumbuhkan sebuah kondisi baru dan suasana kerja baru di setiap OPD, yang didasari dengan sebuah kreativitas dan inovasi.

Murtala mengatakan ada sebagian pejabat dan ASN yang memanfaatkan kondisi pandemi untuk mengambil kesempatan meninggalkan tugas dan pekerjaan. Ada yang jarang masuk kantor dengan alasan menghindari penularan Covid-19.

Ada yang masuk kantor sesuka hati, tak pernah disiplin dalam menunaikan Tupoksi pekerjaan yang telah menjadi kewajibannya. Ada yang bermalas-malasan di rumah dengan alasan WFH (work from home).

“Jangan ambil kesempatan untuk tidak masuk kantor, tapi ciptakan kreativitas baru dan tetap disiplin dengan tugas dan pekerjaan di tengah kondisi pandemi ini,” tegas Murtala dalam arahannya usai melantik dan mengambil sumpah lima pejabat baru tersebut.

Sekda mengajak para kepala OPD yang baru dilantik untuk saling berkoordinasi dan membangun kekompakan. Jangan pernah berpikir untuk bekerja sendiri-sendiri, tidak ada pekerjaan yang bisa diselesaikan jika ditangani sendiri. OPD-OPD dibentuk karena setiap pekerjaan adalah saling berhubungan dan dibutuhkan saling koordinasi antara satu dengan yang lain.

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah lima pejabat JPT Pratama Pemkab Aceh Utara turut dihadiri oleh Tim Penilai Kinerja ASN, di antaranya Abdul Azis, SH, MH (mantan Sekda Aceh Utara) dan Mursyid, MP (mantan Kepala Dinas Pertanian), serta dihadiri sejumlah pejabat lainnya. [Agus]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *