LayarBerita, Temanggung – Data penelitian BNN RI menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkoba pada anak meningkat 300% pada tahun 2016. Anak-anak di usia sekolah dasar sudah mulai terpapar narkoba seperti rokok dan miras.

Jika hal ini tidak segera ditangani, maka resiko yang dihadapi bangsa Indonesia adalah kehilangan generasi muda bangsa atau “Lost Generation” yang berdampak pada ketahanan nasional bangsa baik Sumber Daya Manusia, Ekonomi dan Keamanan Sosial.

Berbagai macam bentuk narkotika saat ini banyak dikemas dengan bentuk-bentuk yang menarik minat anak-anak seperti permen, coklat atau makanan-makanan lainnya yang sangat berbahaya jika anak-anak tidak mulai diberikan pemahaman tentang bahaya narkoba.

Dalam rangka mengoptimalkan gerakan pencegahan di lingkungan SD, BNNK Temanggung bekerjasama dengan mahasiswa KKN UNDIP Semarang. Para mahasiswa ini nantinya akan terjun langsung untuk memberikan pemahaman bahaya narkoba pada anak SD.

Sebelum terjun ke lapangan, para mahasiswa yang bertugas di desa yang tersebar di Kecamatan Jumo, Kabupaten temanggung mendapat pelatihan terlebih dahulu tentang Teknik Penyuluhan Bahaya Narkoba kepada Siswa Sekolah Dasar pada Kamis, 26 Januari 2017. Pelatihan ini  dipandu oleh Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNN Kabupaten Temanggung Arlinda Fety R, SKM.

Mahasiswa yang mendapat pelatihan diharapkan bisa melaksanakan kampanye Stop narkoba di kalangan anak-anak serta menularkan ilmunya kepada guru-guru SD di wilayah tugasnya. [bnn.go.id]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *