LayarBerita, Siak – Guna mencegah terjadinya berbagai pelanggaran pada Pilkada Tahun 2020 di Kabupaten Siak, terutama terkait politik uang. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menggandeng berbagai unsur di Negeri Istana untuk ikut aktif dalam melakukan pencegahan.

Koordinator Bidang Administrasi dan Organisasi Bawaslu Siak, Zulfadli Nugraha mengatakan, kegiatan deklarasi ini awalnya diinisiasi oleh Bawaslu Provinsi Riau dan Polda Riau. Selanjutnya kegiatan deklarasi tersebut dilaksanakan oleh kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pilkada.

“Untuk hari ini, kegiatan deklarasi ini juga serentak dilaksanakan oleh semua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) se-Kabupaten Siak, yang berkoordinasi dengan unsur Muspika,” kata Zulfadli.

Untuk Pilkada Tahun 2020, Bawaslu Kabupaten Siak didukung oleh 944 Pengawas TPS, serta 131 Pengawas Kelurahan/Desa dan 48 Pengawas Kecamatan.

“Kegiatan Pilkada ini harus dilaksanakan penuh integritas, baik dari penyelenggara, maupun kontestan. Kita tidak ingin penyelenggaraan Pilkada nantinya rusak dengan adanya Politik Uang,” jelas Koordinator Bidang Administrasi dan Organisasi Bawaslu Siak.

Ia juga menjelaskan, sesuai Pasal 187 A Undang-undang nomor 10 tahun 2016, bagi pelaku praktek politik uang baik pemberi maupun penerima, akan diberi saksi berupa ancaman Minimal kurungan 36 bulan dan denda 200 juta serta Ancaman maksimal kurungan 72 bulan dan denda 1 M.

SEmentara itu, dalam arahannya, Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman mengajak seluruh penyelenggara, Paslon dan seluruh masyarakat, untuk terus menjaga agar politik uang tidak terjadi pada Pilkada Siak Desember mendatang.

“Saya mengajak seluruh penyelenggara Pilkada, Paslon, dan seluruh lapisan masyarakat.  Agar sama-sama menjaga dan menolak politik uang. Karena dampak dari politik uang ini, sangat buruk bagi penyelenggaraan pemerintahan untuk ke depannya,” ucap Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman saat menghadiri Deklarasi Masyarakat Peduli Pilkada, Tolak dan Lawan Politik Uang pada pelaksanaan Pilkada Siak Tahun 2020, yang dilaksanakan di Gedung Tengku Mahratu, Jumat (27/11/2020).

Indra Agus, juga menghimbau, selaku Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Siak, dirinya berharap pada pelaksanaan Pilkada Siak Tahun 2020 Desember mendatang, tetap menerapkan dan pelaksanaannya sesuai protokol kesehatan.

“Saya berharap, ketika pelaksanaan Pilkada nantinya jangan sampai lengah dengan protokol kesehatan.  Jangan sampai dengan pelaksanaan Pilkada nantinya menjadi pusat penyebaran Covid-19, karena masa pandemi Covid-19 belum berakhir,” imbau Indra.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Kapolres Siak Doddy F Sanjaya, Ketua KPU Siak Ahmad Rizal, perwakilan Ketua PN Agama Siak, Kasipidum Kejari Siak, Camat Siak T.Indraputra, Camat Mempura Desy Fefianti, Panwascam se-Kabupaten Siak, serta  Paslon nomor urut 1, 2 dan 3. [Abb/rel].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *