LayarBerita.com – Memahami pengertian dan perbedaan gender dengan seks sangatlah penting. Sering kali pemakaian kedua istilah ini tidak tepat, padahal gender dan seks punya arti yang berbeda. Simak penjelasannya pada artikel ini.

Sebagian besar dari kita dibesarkan dengan gagasan yang sederhana mengenai gender dan seks, yaitu 2 jenis kelamin yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Hal inilah yang mungkin menjadikan kita kurang memahami pengertian dan perbedaan gender dengan seks.

Agar Anda tidak salah kaprah dan memahami perbedaan antara gender dan seks, di bawah ini akan dijelaskan terlebih dahulu mengenai pengertian keduanya:

Pengertian seks

Seks adalah pembagian 2 jenis kelamin, yakni laki-laki dan perempuan, yang ditentukan secara biologis. Seks juga berkaitan dengan karakter dasar fisik dan fungsi manusia, mulai dari kromosom, kadar hormon, dan bentuk organ reproduksi.

Misalnya, laki-laki dan perempuan memiliki organ reproduksi berbeda, baik yang dilihat dari dalam maupun luar. Demikian pula dengan jenis dan kadar hormon pada tubuh laki-laki dan perempuan. Hal ini disebut dengan karakteristik seks primer.

Selain karakteristik seks primer, ada juga karakteristik seks sekunder. Ini adalah karakteristik seks yang terjadi karena adanya perbedaan pada karakteristik seks primer.

Misalnya, laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki payudara, tetapi karakteristik sekunder perempuan adalah jaringan payudara yang mengandung lebih banyak lemak dan kelenjar air susu karena pengaruh hormon.

Kendati umumnya seks memiliki perbedaan yang tegas, ada juga sebuah kondisi kelainan bawaan yang menyebabkan seseorang terlahir dengan gabungan ciri kelamin laki-laki dan perempuan (kelamin ganda), baik secara fisik maupun genetik. Kondisi ini disebut dengan interseks. Contohnya adalah sindrom Klinefelter.

Pengertian gender

Gender adalah persepsi masyarakat atau yang mengacu pada peran, perilaku, ekspresi, dan identitas seseorang, baik laki-laki maupun perempuan.

Gender biasanya diasosiasikan dengan istilah maskulin dan feminin. Maskulin dihubungkan dengan sifat kelaki-lakian, seperti gagah, kuat, dan memimpin. Sementara feminin dihubungkan dengan sifat perempuan, seperti mengayomi, lemah lembut, dan perasa.

Bagaimana satu kelompok masyarakat menentukan peran atau sifat suatu jenis kelamin bisa berbeda dengan yang lain dan juga bisa berubah seiring berjalannya waktu.

Misalnya, dahulu sifat maskulin dianggap tidak ada pada wanita dan sifat feminin tidak ada pada pria. Nyatanya, sekarang sudah dipahami banyak orang bahwa laki-laki juga bisa mengayomi dan wanita juga bisa memimpin.

Istilah lain yang berkaitan dengan gender adalah identitas gender. Identitas gender merupakan bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri. Pada kasus transgender, bisa saja seorang laki-laki memandang dan menganggap dirinya adalah seorang perempuan, atau sebaliknya.

Tidak hanya itu, ada juga yang dinamakan ekspresi gender. Ini merupakan bagaimana seseorang mengekspresikan dirinya, baik dalam hal perilaku, pakaian, suara, atau potongan rambut, sesuai dengan jenis kelaminnya atau tidak.

Perbedaan Gender dan Seks

Dari penjelasan di atas, bisa kita lihat letak perbedaan gender dan seks, tetapi bisa juga kita lihat keterikatan antar keduanya. Keduanya memiliki hubungan dengan jenis kelamin. Akan tetapi, seks bersifat mutlak, sementara gender cenderung tidak.

Seks adalah perbedaan biologis seorang laki-laki dan perempuan yang sudah dibawa sejak lahir. Sedangkan, gender adalah karakteristik laki-laki dan perempuan yang dibentuk dan dibangun dalam lingkungan sekitar atau masyarakat.

Sifat dari istilah seks tidak bisa diubah, sementara gender bisa, karena definisi gender tidak semata-mata mengenai genetik seseorang.

Seperti yang telah dijelaskan diatas, laki-laki bisa saja memiliki sifat feminin yang dominan, dan sebaliknya. Namun, seorang laki-laki tidak bisa memiliki vagina dan perempuan tidak bisa memiliki penis.

Pengertian dan perbedaan gender dengan seks mungkin memang lebih rumit daripada yang kita pahami selama ini. Namun, hal terpenting yang bisa kita lakukan adalah menghormati setiap seks dan identitas gender seseorang.

Jika Anda mengenal seseorang yang mengalami kesulitan untuk mengekspresikan atau menerima identitas gendernya, jangan ragu untuk menyarankannya berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu, ia bisa mendapatkan saran atau bahkan terapi jika memang diperlukan. (AloDokter.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *