LayarBerita, Lhokseumawe – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lhokseumawe berhasil menangkap tersangka tindak pidana penipuan atau penggelapan dengan modus pengurusan Calon PNS Kategori 2 (K2) dan calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di lingkungan Pemko Lhokseumawe.

Tersangka dengan inisial AF (54 tahun), berdomisili di Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe tersebut juga merupakan staf salah satu kantor camat di Kota Lhokseumawe.

Dalam modus penipuan yang dilakukan sejak tahun 2019 hingga Juni 2022 terhadap para korban, baik di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara, tersangka berhasil meraup uang dengan total Rp2.538.750.000 dari para korban yang berjumlah 22 orang, sebut Kapolres Lhokseumawe AKBP Henki Iswanto, S.Ik didampingi Kasat Reskrim AKP Zeska Julian dan Kapolsek Banda Sakti Iptu Faisal, SH dalam konferensi pers yang berlangsung di Mapolres setempat, Rabu (27/72022) pagi.

Dijelaskan AKBP Henki Iswanto, adapun jumlah kerugian yang dialami korban bervariasi, mulai dari Rp2 juta hingga Rp700 juta.

Dalam menjalankan aksinya yang bertepatan dengan penerimaan CPNS dan P3K, sambung AKBP Henki Iswanto, tersang AF mencari dan meyakinkan para korban bahwa tersangka bisa mengurus kelulusan CPNS dan P3K dengan syarat para korban harus menyerahkan sejumlah uang untuk proses pengurusan kelulusannya.

Setelah ada kesepatan soal jumlah uang, kemudian tersangka meminta kepada para korban untuk melengkapi sejumlah persyaratan administrasi, seperti ijazah, KTP, Akte Kelahiran, Surat Bebas Narkoba, Kartu Kuning dan SKCK.

Tersangka AF juga menjanjikan kepada korban akan segera menyerahkan SK, tergantung dimana mau ditempatkan di lingkungan Pemko Lhokseumawe, sebut Kapolres Lhokseumawe.

(Foto: BIM/LayarBerita.com)

Selain itu, imbuh Kapolres, untuk meyakinkan para korban, tersangka AF juga menunjukkan berkas usulan nama-nama CPNS dan P3K yang dibuat oleh tersankga sendiri yang seakan-akan dari Badan Kepegawaian Negara Kantor Regional XIII Banda Aceh, serta membuat surat perjanjian dengan korban dengan mencatut nama Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Lhokseumawe lebglnkap dengan stempel yang dibuatnya sendiri.

“Aksi penipuan dan penggelapan terhadap CPNS dan P3K tersebut dilakukan tersangka seorang diri (tunggal). Namun pihaknya akan mengembangkan lebih lanjut kasus tersebut,” tegas AKBP Henki Iswanto.

Atas perbuatannya, tersangka AF diancam dengan Pasal 378 Jo Pasal 372 Jo Pasal 64 KUHP Jo Pasal 84 KUHAP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara, terang Kapolres.

Saat ini tersangka dan  barang bukti berupa 1 unit handphone, 2 buku tabungan (Bank Aceh dan Bank BSI), 10 lembar kwitansi, 13 lembar slip penyetoran bank, 9 lembar Surat Perjanjian  penyerahan uang, 6 lembar print bukti transfer mobile banking, 3 lembar struk transfer ATM, 2 lembar print daftar usulan tambahan Pegawai Penerintah dan Perjanjian Kerja (P3K) tahun 2021/2022 Provinsi Aceh, 1 lembat print out foto layar monitor yang berisi daftar usulan CPNS K2 tahun 2021/2022 Provinsi Aceh, dan 88 lembat print out rekening koran Bank Aceh atas nama tersangka, saat ini sudah diamankan di Mapolres Lhokseumawe guna pengembangan lebih lanjut.

Kapolres mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada dan tidak serta merta mempercayai tawaran dari orang dengan iming-iming dapat mengurus atau bisa meluluskan PNS dan P3K.

“Apabila ada masyarakat lainnya yang menjadi korban penipuan oleh tersangka AF, pihaknya sudah membuka Posko Pengaduan yang bertempat di Polsek Banda Sakti untuk segera melaporkannya,” pungkas AKBP Henki Iswanto. (BIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.