LayarBerita, Siak –¬†Polres Siak lakukan penangkapan pelaku ilegal logging di Jalan Mekar Indah RT 001 RW 004 Kampung Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak.Rabu ( 24/11/2021 ). Tim gabungan Polres Siak berhasil menangkap seorang pelaku berinisial MSG Als JP ( 47 ), lantaran dugaan menguasai atau memiliki kayu hasil hutan tanpa dilengkapi surat keterangan sah terkait pengelolaan hasil hutan.

Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadiyanto, Jumat (26/11/2021)  mengatakan, pengungkapan kasus dugaan pembalakan liar tersebut, bermula dari informasi masyarakat terkait dugaan adanya aktifitas permbalakan liar di lokasi Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu (CB GSK-BB).

Kemudian tim gabungan personel Polres Siak yang terdiri dari personel Satreskrim, Sat Intelkam dan Samapta Polres Siak yang dipimpin Kanit III Satreskrim Polres Siak Ipda Nober melakukan penyelidikan ke lokasi yang dimaksud. Pada lokasi yang dimaksud, tim gabungan  menemukan adanya sawmill berserta tumpukan kayu dengan berbagai macam ukuran tepatnya di belakang rumah pelaku berinisial MSG.

“Tim gabungan langsung mengamankan terduga pelaku pembalakan liar ini, serta melakukan interogasi awal,” terang AKBP Gunar.

Lanjut Kapolres Siak, dari interogasi awal tersangka sempat berkelit dan tidak mau menunjukkan dimana mesin yang digunakan untuk mengolah kayu disembunyikan. tersebut. Lantaran tersangka tidak mau menunjukkan lokasi mesin untuk mengolah kayu dan berkelit, tim kembali melakukan pengembangan dan penyelidikan lanjutan dimana terduga pelaku menyembunyikan mesin tersebut.

“Tak berselang lama, tim kita mendapat informasi bahwa mesin yang dimaksud ditaruh disalah satu bengkel Jalan Lintas Sungai Pakning – Teluk Mesjid Dusun Seroja Rt. 001 Rw. 002 Kampung Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak. Mendapat info ini, personel langsung menuju ke lokasi tersebut untuk segera mengamankan mesin yang merupakan salah satu dari barang bukti,” jelas Kapolres Siak.

Kapolres AKBP Gunar mengatakan, barang bukti yang berhasil diamankan selain mesin Combain (mesin dongfeng yang sudah dimodfikasi) untuk mengolah kayu, juga diamankan kayu broti ukuran 5×5 sebanyak 60 batang, kayu broti ukuran 5×7 sebanyak 71 batang, kayu papan sebanyak 25 keping, dan 1 unit gerobak kayu, 4 lembar bon hasil penjualan kayu.

“Terduga pelaku akan dijerat dengan Pasal 12 huruf e Jo Pasal 83 Ayat 1 Huruf b UU RI Nomor 11 Tahun 2020, tentang Cipta Kerja perubahan atas UU RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, yakni “Setiap orang dilarang mengangkut, menguasai, atau memiliki hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi secara bersama surat keterangan sahnya hasil hutan, Orang perseorangan dengan sengaja mengangkut, menguasai, atau memiliki hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi secara bersama surat keterangan sahnya hasil hutan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara serta denda paling banyak 2,5 Milyar rupiah,” tegas Kapolres Siak. [Abb/rel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *