LayarBerita, Batam – Ketua TP PKK Kabupaten Siak Dra. Hj. Rasidah ditunjuk menjadi salah seorang pembicara pada kegiatan Northen Sumatra Forum SKK Migas – KKKS Wilayah Sumbagut.  Pada forum tersebut, Rasidah menyatakan bahwa mengatasi stunting butuh kerjasama semua pihak.

Kehadiran Rasidah lantaran dinilai aktif dalam pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan di Kabupaten Siak.

“Hari ini saya dipercaya menjadi narasumber kegiatan Northen Sumatra Forum SKK Migas – KKKS Wilayah Sumbagut, yang berlangsung di Kota Batam.  Saya mengucapkan terimakasih kepada SKK Migas yang mempercayakan Saya berbagi informasi, pengetahuan terutama masalah stunting di forum ini,” ujar Rasidah, di Batam, Kamis (25/11/2021).

Materi yang dia paparan dengan mengusung tema “Strategi dan Kolaborasi yang Efektif dalam Pelaksanaan Kegiatan program Community Development dalam Mengatasi Masalah Stunting.

Adapun stunting itu sendiri yakni kegagalan seorang anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal disebabkan dampak dari kekurangan gizi secara kumulatif dan terus menerus.

Menurut Rasidah, stunting bukanlah hal yang aneh lagi, karena ini sudah termasuk isu nasional, apa lagi berhubungan dengan generasi muda.

“Dari data yang didapat, jumlah stunting di Indonesia prevalensinya mencapai 27,7 persen,” ucap Rasidah.

Artinya, sambungnya,  jika ada 4 orang anak yang lahir satu diantaranya terkena stunting.  Jumlah stunting di Indonesia ini ada 8 juta lebih Balita stunting. Ini jauh lebih tinggi dari data WHO yang jumlah stuntingnya hanya 20 persen.

Lanjutnya, dampak jangka pendek pertumbuhan otak anak terhambat, dampaknya kecerdasan anak berkurang. Sementara jangka panjang karena pertumbuhan otak anak ini terhambat, tentu kemampuan atau prestasi anak di sekolah juga berkurang yang mengakibatkan anak mudah sakit.

“Kira-kira apa penyebab dari stunting itu, ada empat faktor penyebabnya, Pertama pola asuh dari orang tua yang kurang tepat, Kedua akses terhadap makanan bergizi, Ketiga kurangnya kesadaran masyarakat perilaku hidup bersih dan sehat.  Terutama akses air bersih dan jamban yang sehat, Keempat kurangnya layanan kesehatan,” papar Rasidah.

Bagaimana cara mengatasi angka stunting ini berkurang, salah satunya adanya kerjasama serta campur tangan dari berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, perusahaan dan akademis.

“Saya selaku Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Siak, berterima kasih kepada pihak swasta yang telah membantu Kabupaten Siak dalam rangka mencegah stunting, melalui program sosial perusahaan. Harapan kami perusahan yang belum terlibat, ke depan bisa ikut bekerja sama dalam mengurangi angka stunting di Kabupaten Siak,” harap Istri Bupati Siak itu. [rel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *