LayarBerita,Lhokseumawe – Menindaklanjuti rekomendasi Kementerian Koordinasi Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukkam), Pemerintah Kota Lhokseumawe dengan dukungan International Organization for Migration (IOM) Indonesia akan memindahkan pengungsi Rohingya yang selama ini ditampung di Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Meunasah Mee Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, secara bertahap ke Medan, Sumatera Utara.

Tahap pertama, pemindahan akan dilaksanakan pada Kamis (25/3/2021), sebut Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Pengungsi Rohingya, Drs. Ridwan Jalil saat memimipin rapat evaluasi kesiapan pemindahan pengungsi Rohungya dari Kota Lhokseumawe, Aceh ke Medan, Sumatera Utara, di Kantor Wali Kota setempat, Rabu (24/3/2021) kemarin.

“Untuk tahap pertama kita akan memindahkan sebanyak 36 orang pengungsi yang masuk kelompk rentan (anak tanpa pendamping, ibu hamil dan menyusui, orang dengan penyakit kronis, wanita yang menjadi kepala keluarga, wanita yang berpotensi mengalami kekerasan gender). Sementera 56 orang akan dipindahkan pada tahap selanjutnya,” ujar Juru bicara Satgas Penanganan Pengungsi Rohingya, Marzuki dalam konferensi pers, Kamis (25/3/2021) siang.

Sambungnya, alasan pemindahan pengungsi Rohingya ke Medan, selain jarak tempuh yang terdekat, juga disana sedang berjalan program perlindungan (protection) terstruktur yang ditanganinoleh IOM sejak tahun 2001 hingga sekarang.

IOM sendiri sudah menjalankan program perlidungan pengungsi di Indonesia sejak tahun 1979 hingga saat ini, imbuhnya.

“Atas dasar itu kami menilai dengan pengalaman IOM yang sudah puluhan tahun menangani program perlindungan pengungsi, dan sebagai organisasi antar pemerintah yang selama ini sudah sangat inten dan korperatif bekerjasama dengan pemerintah Kota Lhokseuawe serta instantsi terkait, termasuk pencegahan dan penanganan Covid-19 dan kegiatan lainnya di camp BLK, akan mampu mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan pengungsi Rohingya sebagaimana rekomendasi dari Kemenko Polhukkam yang menjadi dasar pelaksanaan pemindahan ini,” ungkap Marzuki.

Dijelaskan Marzuki, Kegiatan pemindahan pengungsi ini difasilitasi oleh IOM bekerjasama dengan Pemko Lhokseumawe, UNHCR serta dengan unsur terkait antara lainnya dan didukung oleh aparatur Kecamatan Muara Dua dan Desa Mee Kandang. (BIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *