LayarBerita, Siak – Mendekati masa peralihan musim penghujan ke musim kemarau, Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadyanto mengimbau masyarakat di Kabupaten Siak untuk menjaga tejadinya kebakaran lahan dan hutan.  Untuk itu diminta agar tidak membakar ladang, kebun dan sawah saat pembersihan.

Hal ini diimbau mengingat mendekati musim kemarau, dimana kerap didapati aktivitas warga yang membuka lahan dengan cara dibakar.  Kondisi ini juga dipicu oleh meningkatnya suhu atau temperatur udara dan berkurangnya intensitas curah hujan dalam satu pekan terakhir. Hal ini menjadi pertanda wilayah di Kabupaten Siak akan memasuki musim kemarau.

“Kita minta warga tetap menjaga lingkungan.  Jangan sampai saat kemarau, warga membuka lahan dengan cara dibakar. Lantaran akan berpengaruh terhadap aktivitas kehidupan masyarakat, kesehatan, perkembangan ekonomi oleh kabut asap yang ditimbulkan,” ungkap Kapolres Siak, Minggu (24/1/2021).

Gunar menegaskan, dirinya sudah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pemantauan khususnya terkait kebakaran hutandan lahan. AKBP Gunar juga meminta peranan semua pihak, baik tokoh masyarakat, pemerintah kampung dan lainnya, agar ikut berperan dalam mengantisipasi Karhutla di Kabupaten Siak.

Pihak Kepolisian mengingatkan, jika warga tetap melakukan pembakaran lahan, tentunya akan dilakukan tindakan tegas, dengan mengedepankan penegakan hukum berikut Undang-Undang yang dapat dikenakan kepada pelaku pembakar hutan dan lahan.

Adapun aturan yakni, UU nomor 41 Tahun 1999, tentang Kehutanan, Pasal 78 ayat 3 berisikan pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 15 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar. Lalu Pasal 78 ayat 4 berbunyi pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 5 tahun dengan denda maksimal sebesar Rp1,5 miliar.

UU Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan, Pasal 8 ayat 1 menyebutkan bahwa seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar, dikenakan sanksi kurungan 10 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar.

UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pasal 108 menyatakan seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar dikenakan sanksi minimal 3 tahun dan maksimal 10 tahun serta denda maksimal Rp 10 miliar.

“Kita berharap tentunya tidak ada lagi yang namanya Karhutla, terutama di Kabupaten Siak, tentunya itu bisa terwujud dengan kerja sama dan peran serta baik TNI, Polri, pemerintah daerah. Serta seluruh elemen masyarakat yang saling bekerjasama mencegah terjadinya Karhutla dengan melakukan sosialisasi dan pendekatan yang intens kepada masyarakat pemilik lahan agar tidak membakar lahannya,” terang Kapolres Siak. [Abb/rel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *