LayarBerita.com – Di daerah Jawa, daun ini masyarakat biasa menyebutnya dengan nama Jalu mampang dan sulang, Di daerah Bali dikenal dengan nama Samblung, dan di daerah Sunda dikenal dengan nama Lolo munding dan Lolo tali.

Daun yang memiliki nama latin Rhaphidophora pinnata (L.f) Schott ini merupakan tanaman herbal yang termasuk dalam keluarga Araceae, dan berasal dari daerah Himalaya, Australia dan Pasifik.

Daun ekor naga mengandung natrium dan kalium sehingga seseorang yang meminum air rebusan daun ekor naga ini akan terkena efeknya yaitu sering buang air kecil.

Daun ini memiliki ciri-ciri antara lain sebagai tanaman merambat ke atas dan panjangnya bisa mencapai hingga 15 m. Daun dari tanaman ini bentuknya bulat panjang, berbagi-bagi dan bertoreh, serta ujung daunnya runcing. Batang tanaman ini berbentuk bulat dan tumbuh memanjang dan melilit, serta memiliki akar gantung dan akar pelekat.

Adapun kegunaan tanaman ini pada masing-masing negara berbeda-beda. Di negara Vietnam, tanaman herbal ini dimanfaatkan sebagai obat batuk, konjungtivitis, dan paralisis. Sedangkan di negara Singapura, masyarakat memanfaatkan daunnya yang di buat sebagai teh untuk mengobati kanker dan reumatik.

Pengobatan dapat dilakukan dengan cara merebus daun ekor naga dan meminumnya secara teratur hingga sakit yang dideritanya sembuh.

Untuk masyarakat Indonesia, biasanya sering memanfaatkan tanaman ekor naga ini untuk pengobatan pada pembengkakan kulit, tumor, suara serak, sakit tenggorokan, dan dapat membersihkan benjolan-benjolan daging yang tumbuh pada kulit. Daunnya juga dapat membersihkan darah kotor, dan menyembuhkan radang pada kulit. [] sumber : G+/Najla Najwa

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *