LayarBerita, Siak – Rumah Sakit Syafira Pekanbaru mengalokasikan dana  Corporate Social Responsibility (CSR) perlindungan jaminan Sosial, diberikan kepada 1.756 guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) dan FKDT se-Kabupaten Siak.

Program CSR yang diberikan Rumah Sakit Syafira kepada para guru, yaitu program jaminan sosial ketenagakerjaan, untuk masa perlindungan sampai 5 bulan ke depan.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Siak mengucapkan terima kasih, kepada owner Rumah Sakit Safira Pekanbaru yang telah menyalurkan CSR nya di Kabupaten Siak,” ungkap Bupati Siak Alfedri di Ruang Live Room, Kantor Bupati Siak, Senin (22/11/2021) siang.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang memfasilitasi kegiatan tersebut.  Yakni mengalokasikan program ini atas inisiatif Rumah Sakit Syafira Pekanbaru yang diberikan kepada guru-guru MDTA se-Kabupaten Siak.

“Alhamdulillah, 1.756 guru di Siak akan menerim kartu BPJS ketenagakerjaan.  Ini merupakan jaminan perlindungan sosial bagi para guru MDTA di Siak.  Ini luar biasa dan ini termasuk sedekah jariah. Semoga Rumah Sakit Syafira lebih baik, lebih maju dan berkembang di masa mendatang,” ujarnya.

Direktur Rumah Sakit Syafira dr Rina Elfiani menyampaikan, bahwa RS Syafira salah satu rumah sakit swasta yang ada di Pekanbaru, dan mitra kerja BP Jamsostek selama beberapa tahun sudah selalu menyalurkan program CSR.

“Masyarakat hanya tau brand Rumah Sakit Syafira hanya untuk ibu dan anak.  Padahal sejak tahun 2009 kami sudah berubah menjadi rumah sakit umum. Sehingga layanan-layanan kesehatan sudah terpenuhi secara lengkap. Pada tahun 2018, RS Syafira juga meluncurkan menjadi pusat layanan kecelakaan kerja, membantu akibat kecelakaan kerja,” ujarnya.

Di tahun 2021 ini, pihaknya menyalurkan CSR bagi guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah se-Kabupaten Siak.  Jumlahnya berkisar 1.756 orang guru, yang diserahkan secara simbolis.

“Pada saat kita kerja, tentu kita memiliki risiko-risiko kerja yang mungkin bisa terjadi.  Tentu kita butuh perlindungan kerja, bagaimana nantinya bisa dilayani secara penuh. Dari pengobatan sampai sehat hingga sembuh, itu dijamin BPJamsostek pendanaannya secara unlimitid,” terangnya.

Ia berharap dengan adanya perlindungan ini,  dapat membantu dan meringankan guru MDTA untuk bisa bekerja secara aman, nyaman.  Hingga apa bila ada risiko kecelakaan kerja, mereka tidak lagi memikirkan terkait dengan pengobatan dan biaya di rumah sakit.  [Infotorial]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *