LayarBerita, Lhokseumawe – Seorang remaja berinisial SM (18) asal Blang Mangat, Kota Lhokseumawe harus berurusan dengan hukum.  Lantaran dirinya diduga telah menyebar foto vulgar mantan pacarnya melalui akun perpesanan WhatsApp. Bahkan pelaku mengancam akan terus mempermalukan korban, lantaran sakit hati.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto, saat konferensi pers di gedung serba guna Mapolres Lhokseumawe, Minggu (22/11/2020) mengatakan, pelaku diamankan berdasarkan laporan dari korban dan sejumlah barang bukti yang ada. Sementara korbannya adalah AY (18) warga Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe yang masih berstatus mahasiswi.

Berdasarkan keterangan korban, kata Kapolres, peristiwa itu diketahui oleh korban oleh temannya (saksi) pada Minggu 15 November 2020. Saksi mengatakan ada foto vulgar korban diunggah di status whatsApp.

“Setelah melihat foto tersebut, saksi langsung menghubungi korban. Mengetahui hal ini, korban minta tolong kepada saksi menanyakan kepada pelaku.  Yakni terkait maksud dan tujuannya melakukan perbuatan tersebut,” terang Kapolres yang didampingi Kasat Reskrim Iptu Yoga Prasetya dan Kapolsek Dewantara, AKP Nurmansyah.

Pelaku mengaku kalau hal itu dilakukan untuk balas sakit hatinya. “Menurut keterangan korban, kalau pelaku mengatakan “sakit dibalas sakit” dan disertai dengan pengancaman terhadap saksi.

Aksi tersebut tidak hanya berhenti sampai disitu, pelaku malah kembali meng-upload foto tak senonoh korban pada hari berikutnya, yakni 16 November 2020, di di status whatsApp.

Korban mencoba mengirim pesan  melalui WA kepada pelaku.  Tetapi tersangka malah menjawab akan membuat korban benar–benar malu. Pelaku akan terus mengganggu korban sampai kapan pun.

“Sebelumnya, antara tersangka dan korban pernah menjalin hubungan asmara, tetapi sudah berpisah. Bahkan korban waktu itu mengirim foto–foto vulgarnya kepada SM ketika masih pacaran,” terang Eko Hartanto.

Kini pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan barang bukti, satu unit HP android Samsung J7+ warna hitam, akun whatsApp milik tersangka dan tangkapan layar WA antara tersangka dan korban.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka SM kini mendekam di tahanan Polres Lhokseumawe.  Pelaku disangkakan dengan pasal 45 ayat (4) jo pasal 27 ayat (4) jo pasal 45 B jo pasal 29 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dengan ancaman penjara paling lama 6 tahun. [red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *