LayarBerita, Banda Aceh – Ketua Pokja Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Aceh, Mellani Subarni, mengatakan, PAUD adalah kunci keberhasilan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), serta menjadi investasi dengan profit tertinggi dibandingkan dengan investasi di seluruh periode siklus hidup lainnya seorang anak manusia.

Hal itu ia sampaikan saat membuka malam Apresiasi Bunda PAUD dan Gugus PAUD Tingkat Provinsi Tahun 2022, di Hotel Oasis, Minggu (20/11/2022) malam.

“Menyikapi pentingnya PAUD, maka dukungan dan peran Bunda PAUD mulai dari tingkat nasional sampai gampong, merupakan motor penggerak yang sangat efektif dalam mewujudkan PAUD berkualitas,” kata Mellani.

Mellani menambahkan, anak usia dini memiliki karakteristik perkembangan yang berbeda dengan anak-anak usia yang lebih tua. Sesuai dengan karakteristik perkembangannya yang bersifat holistik, maka jenis pembelajaran yang relevan untuk anak usia dini adalah pembelajaran terpadu serta berkualitas.

Sebagai upaya merealisasikan program layanan PAUD berkualitas, diperlukan peran serta dari para pemangku kepentingan, salah satunya adalah Bunda PAUD, sebagai penggerak utama dalam pembinaan layanan pendidikan bagi anak usia dini (0-6 tahun) di wilayahnya. Sebagai upaya untuk mendukung terwujudnya layanan PAUD berkualitas.

“Bunda PAUD dituntut untuk menjalankan peran-peran dalam mendukung gerakan nasional PAUD berkualitas dengan layanan holistik integratif,” ujarnya.

Ia mengatakan, apresiasi ini diberikan sebagai salah satu dukungan, motivasi, dan penghargaan atas kontribusi Bunda PAUD terhadap gerakan PAUD berkualitas.
Dengan harapan dapat menularkan motivasi tersebut kepada seluruh Bunda PAUD di Aceh, selaku penentu kebijakan di bidang PAUD untuk mengoptimalkan gerakan PAUD berkualitas.

“Apresiasi ini, adalah penghargaan yang diberikan berdasarkan kinerja Bunda di tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga gampong. Indikator penilaian yaitu hasil kerja dari sisi kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh bunda dalam melaksanakan peran, tugas, dan program kerja sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya,” pungkasnya.

Karena itu, ia berharap melalui kiprah Bunda-Bunda PAUD dan juga peran Gugus PAUD di setiap daerah, agar mengoptimasi kinerja, agar terciptanya sinergisitas dalam pengembangan PAUD holistik integratif.

Pada kesempatan itu, ia juga mengimbau kepada seluruh Bunda PAUD untuk lebih konsen terhadap cakupan imunisasi dasar anak. Mengingat cakupan imunisasi anak penting untuk melindungi generasi, di mana saat ini cakupannya di Aceh masih rendah, jauh dari target nasional.

“Perhatikan cakupan imunisasi dasar anak. Karena saat ini ditemukan kasus polio positif di Aceh dan masuk kategori KLB. Polio tidak bisa diobati, hanya bisa di antisipasi,” imbaunya. (rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *