LayarBerita, Banda Aceh – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh dr Taqwallah MKes mengingatkan seluruh kepala SKPA dan para Kepala Sekolah untuk terus melangsungkan zikir dan doa pada setiap pagi.

Hal itu merupakan sebuah ikhtiar berupa permintaan secara ikhlas kepada Allah agar menghilangkan pandemi Covid-19 dari Aceh. Meski kasus terus menurun, ikhtiar dan berbagai usaha, tidak boleh mengendur.

“Zikir dan doa kita setiap pagi ini akan terus berlanjut, meski kasus covid menurun dan membaik,” ujar Sekda, saat memberikan arahan secara virtual dari Jakarta, kepada para kepala sekolah, kepala cabang dinas dan seluruh kepala SKPA, dalam zikir dan doa bersama, Kamis (21/10/2021).

Untuk itu, Sekda meminta agar Kepala Cabang Dinas agar terus memantau jalannya zikir di sekolah.  Hal yang sama dipesankan kepada Kepala SKPA, agar zikir dan doa terus didengungkan setiap harinya.

Selain itu, Sekda menyebutkan, upaya vaksinasi yang telah dilangsungkan di Aceh telah memberikan dampak yang sangat baik. Di mana angka kasus saat ini terus menurun. Data kasus kumulatif tersebut kemarin termasuk kasus positif baru harian yang bertambah adalah 11 orang. Pasien yang sembuh bertambah 82 orang, dan satu penderita Covid-19 dilaporkan meninggal dunia.

“Mereka yang dirawat tinggal di bawah 10 orang,” terang Taqwallah.

Sekda mengajak semua pemangku kepentingan untuk terus menggenjot capaian vaksinasi. Apalagi pemerintah mengumumkan secara bertahap akan menurunkan status pandemi menjadi endemi. Untuk itu upaya preventif berupa perilaku prokes, capaian vaksinasi, serta kegiatan 3T harus terus diperkuat.

Kemudian pada tahapan transisi, yakni penekanan jumlah kasus terkendali dan angka kematian terus menurun, serta pada nantinya ketika status endemi berlaku, semuanya akan terkontrol.

“Tentu sulit kita menjadi normal jika capaian vaksinasi rendah,” ucap Sekda.

Saat ini, vaksinasi yang tengah gencar dilakukan adalah vaksinasi bagi kalangan sekolah. Sekda mengatakan jika saat sebagian besar siswa di seluruh Aceh telah memahami pentingnya vaksinasi covid-19 bagi kelancaran proses belajar mengajar di sekolah.

Beberapa sekolah yang tingkat vaksinasi masih rendah diakibatkan belum adanya izin dari orang tua. “Sekarang anak-anak sekolah sudah paham pentingnya vaksinasi ini. Mereka kini pakai jurus baru, yaitu siswa merayu orang tua. Luar biasa ini,” ujar Sekda.

Sekda tak lupa memuji langkah para siswa tersebut. “Luar biasa. Patut ditiru oleh sekolah-sekolah di seluruh Aceh,” kata Sekda yang didampingi Kadisbudpar dan Kadis Sosial Aceh. [Agus/rel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *