LayarBerita, Lhokseumawe – PT. Pertamina Hulu Energi (PHE) NSO bersama SKK Migas Sumbagut melaksanakan sosialisasi keselamatan operasi anjungan Migas lepas pantai kepada para nelayan di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

Acara yang dilaksanakan di Pondok Bahari, Kota Lhokseumawe, Kamis (21/1/2021), dihadiri oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Lhokseumawe, Muhammad Rizal, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Utara, Ketua Panglima Laot Aceh Utara, Ketua Panglima Laot Lhokseumawe, perwakilan Polairud Polda Aceh dan para Ketua Panglima Laot kecamatan-kecamatan di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

Field Manager PHE NSO, Dirasani Thaib, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi rutin senantiasa dilaksanakan setiap tahun untuk mengingatkan para nelayan yang mencari ikan di sekitar laut Selat Malaka agar tidak mendekati anjungan Migas lepas pantai PHE NSO.

Hal itu menjadi penting mengingat besarnya bahaya yang bisa ditimbulkan jika ada kebocoran pipa gas/kondensat, keluarnya zat beracun berupa asam belerang (H2S), yang merupakan produk yang ikut keluar saat gas dan kondensat diproduksi, sehingga dapat terjadi kebakaran atau bahkan kematian jika terhirup.

“Jarak aman yang sudah ditentukan oleh aturan negara adalah radius 800 meter dari anjungan, sehingga kami mengimbau saudara-saudara kami para nelayan untuk tetap menjauh dari areal yang sudah ditentukan tersebut demi keselamatan kita bersama,” ujar Dirasani.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Lhokseumawe, Muhammad Rizal menyampaikan apresiasi atas dilaksanakan kegiatan sosialisi tersebut, sehingga imformasi penting soal keselamatan para nelayan saat mencari ikan, khususnya saat dekat dengan daerah operasi Migas lepas pantai dapat dipahami.

“Kegiatan ini tentu sangat berguna untuk para nelayan di Lhokseumawe dan Aceh Utara yang setiap hari mencari ikan di laut lepas agar tidak mendekati wilayah operasi Migas karena itu sangat berbahaya bagi keselamatan, keselamatan tentu lebih penting bagi kita semua,” ujar Rizal.

Kegiatan sosialisasi diisi penjelasan dari tim PHE NSO yaitu dari sisi operasi disampaikan oleh Armia Ramli sebagai Operations Superintendent PHE NSO, sisi keselamatan (HSE) oleh Yusril Fuad sebagai field HSE officer PHe NSO, sisi Security disampaikan oleh Muhammad Aiyub selaku Security Leader PHE NSO.

Kegiatan dilaksanakan mengikuti protokol kesehatan (Prokes) yang telah ditetapak untuk mencegah penularan Covid-19. Dimana semua peserta diwajibkan mengunakan masker, menyuci tangan dan memakai hand sanitizer di tempat yang telah disediakan. (BIM/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *