LayarBerita, Lhokseumawe – Hanya dalam kurun waktu 2 pekan terakhir, Polres Lhokseumawe berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan sepeda motor serta pencurian dengan kekerasan dan penggelapan sepeda motor di wilayah hukum Polres Lhokseumawe.  Selain itu personel kepolisian juga berhasil meringkus 14 tersangka.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto, dalam konferensi pers di Gedung Serbaguna Mapolres Lhokseumawe, Rabu (20/7/2022) mengatakan, “Pengungkapan kasus Curat (pencurian dengan pemberatan), Curas (pencurian dengan kekerasan), curanmor (pencurian kendaraan bermotor) serta penggelapan Ranmor yang terjadi di wilayah hukum Polres Lhokseumawe tersebut berdasarkan dari 11 laporan masyarakat kepada Kepolisian.

Adapun pada tersangka, yaitu SB (28), AMU (19), AM (32), AG (31), AZM (19), AM (19) dan Z (32) yang merupakan warga Kabupaten Aceh Utara dan Pemko Lhokseumawe.  Sedangkan KH (40) warga Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara.  Selain itu juga diamankan sejumlah penadah, yakni MJ (27), AMR (41), A (36), R (19), MI (24) dan N (19).

Selain menangkap para tersangka dan penadah, kata Kapolres, tim Satreskrim Polres Lhokseumawe juga menyita barang bukti berupa 5 unit sepeda motor berbagai merek dan 11 HP android.

“Para tersangka umumnya melakukan aksinya pada malam hingga dinihari, sasarannya pengendara sepeda motor perempuan, anak-anak dan pengendara sendirian. Aksi ini dilakukan pada jalan yang sepi dan minim penerangan. Selain itu, rumah yang ditinggal keluar pemilik dalam jangka waktu lebih dari satu hari, memanfaatkan kelengahan pemilik kendaraan serta berdalih meminjam kendaraan korban lalu membawa kabur,” pungkasnya.

Lanjut pria nomor satu di jajaran Polres Lhokseumawe ini, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya para tersangka dan penadah kini mendekam dalam sel tahanan Mapolres Lhokseumawe dan terancam hukuman maksimal 4 sampai 12 tahun penjara.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, jika berpergian di malam hari agar tidak sendirian, bagi wanita tidak memakai perhiasan berlebihan yang dapat menimbulkan niat pelaku untuk melakukan aksi kejahatan. Kemudian, saat meninggalkan rumah lebih dari satu hari, dapat berkoordinasi dengan perangkat desa atau pihak keamanan desa,” pinta AKBP Henki Ismanto. [sir]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.