LayarBerita, Siak –  Musibah kebakaran melanda 2 unit rumah warga Kampung Temusai, Kecamatan Bungaraya, Siak, Kamis (19/5/2022) sekira pukul 21.30 Wib.  Kebakaran yang terjadi tengah malam ini begitu cepat, sehingga kerugian mencapai miliaran rupiah.  Pasalnya sebuah rumah milik anak pengusaha peron sawit, Sada Roha Opung Sari ikut ludes terbakar.

Informasi yang berhasil dikumpulkan, kobatan ‘si jago merah’ melahap rumah mewah milik pengusaha sawit hanya dalam hitungan menit.  Rumah yang dibangun dengan biaya mencapai Rp1,2 miliar itu ludes terbakar sebelum sempat ditanggulangi oleh unit pemedam kebakaran.

“Kobaran api sangat besar dan cepat merembet ke rumah yang besar dan megah itu.   Sehingga ketika tim pemadam kebakaran sampai dilokasi, sudah tidak bisa menyelamatkan rumah tersebut dari amukan si jago merah. Termasuk rumah sebelahnya juga ikut hangus terbakar dan tinggal puing-puing kayu yang hangus,” ujar Tusiadi seorang tokoh Kampung Temusai yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian.

Kobaran api, sambungnya, diduga berasal dari rumah sebelah rumah mewah milik anak pengusaha sawit yang dikenal Opung Regar itu.  Saking cepatnya api yang berkobar, masyarakat sekitar hanya bisa melihat dan berusaha memadamkan api dengan alat alakadarnya seperti ember dan lain-lain.

“Sebelum terjadi kebakaran, memang lampu disekitar sini hidup mati selama dua kali.  Setelah itu, barulah kami dapat kabar bahwa rumah pak Gultom, yang berdekatan dengan rumah anak pak Regar terbakar.  Lalu kami langsung bergegas menuju lokasi kejadian dan berusaha untuk memadamkan api itu dengan mengunakan alat alakadarnya seperti ember dan lain-lain,” ujarnya.

Namun, sambungnya lantaran api semakin lama semakin membesar, warga pun kewalahan melakukan pemadaman.  Sehingga api merembet ke rumah besar milik anak pak Regar, dan akhirnya warga hanya bisa pasrah.  Serta membantu keluarga korban untuk menyelamatkan barang berharga milik korban untuk di bawa keluar dari dalam rumah yang terbakar, terang Tusiadi tokoh masyarakat yang juga sebagai anggota Bapekam Kampung Temusai, di lokasi kejadian.

Sambung Tusiadi, titik api berasal dari rumah pak Gultom, karena waktu itu keluarga tersebut dan orang disekitarnya sedang berkunjung ke tempat tetangganya yang habis melahirkan.

“Info yang saya dapat, keluarga pak Gultom sedang berkunjung ke rumah tetangganya yang habis melahirkan. Sehingga ketika rumahnya kebakaran, tak satupun barang berharga yang ada di dalam rumahnya bisa diselamatkan,” jelasnya.

“Diduga api sangat cepat melahab rumah anak Opung Regar, karena menurut tukangnya, bahan rumah mewah itu diatasnya terbuat dari kayu yang diolesi solar agar tidak mudah lapuk.  Selain itu, lembar seng tipis dan kering, jadi sangat mudah untuk terbakar.  Ketika kebakaran terjadi, mesin penyedot air yang ada disekitar sini pun, tak bisa dihidupkan atau digunakan,” imbuhnya.

Di tempat kejadian, Opung Regar terlihat tercengang melihat rumah mewah milik anaknya yang hangus terbakar.  Dirnya mengatakan seharusnya di Kecamatan Bungaraya seharusnya ada mobil pemadam kebakaran, agar ketika terjadi kebakaran bisa secepatnya dilakukan pemadaman.

“Iya mau bagaimana lagi, semuanya sudah terlambat.  Kita berharap pemerintah bisa menyediakan mobil pemadam kebakaran di setiap kecamatan, agar ketika ada kebakaran bisa dilakukan tindakan pencegahan lebih awal dan lebih cepat.  Karena jarak tempuh tidak jauh seperti yang terjadi saat ini dari Siak ke Bungaraya yang jaraknya sangat jauh,” ungkapnya seraya mengaku dan membenarkan jika rumah anaknya dibangun dengan menghabiskan anggaran mencapai sekitar Rp1,2 miliar.

Sementara itu, Penghulu Kampung Temusai Samsudin beserta perangkatnya dan anggota Satgas Kampung terlihat mondar mandir melakukan pemadaman.  Terlihat anggota Satgas Kampung tanpa safety melakukan penyemprotan ke sejumlah ruangan yang terbakar dan hampir saja tertimpa bangunan yang runtuh dari atas yang terbakar.

“Begitu mendapatkan informasi dari masyarakat, Saya langsung menghubungi Satgas Kampung untuk melakukan pemadaman.  Namun karena fasilitas kita untuk membawa mesin robin dengan menggunakan kendaraan roda dua, maka tidak bisa maksimal.  Selain itu, Saya juga langsung menghubungi Damkar Siak untuk meminta bantuan.  Mungkin lantaran jarak tempuhnya  sangat jauh, sehingga lambat untuk penanggananya dan api sudah ludes melahab rumah warga kami,” jelasnya.

“Kami berharap, unit mobil pemadam kebakaran harus ada yang standby di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Siak.  Agar nanti bila terjadi kebakaran rumah, armada pemadam tersebut bisa secepatnya bergerak menuju lokasi kejadian.dan mencegah kebakaran semakin besar.  Semoga keluarga korban bisa tabah menghadapi cobaan ini,” imbuhnya.

Kapolsek Bungaraya AKP Deni Rahmat ketika di lokasi kejadian menjelaskan, kebakaran ini sangat cepat sekali terjadi, hanya dalam hitungan menit rumah mewah milik keluarga Opung Regar hangus terbakar.

“Saya sampai disini, api sudah besar mas, peralatan pemadaman sangat minim.  Sehingga api tak bisa dipadamkan.  Mobil Damkar Siak waktu kebakaran masih dalam perjalanan, karena jarak tempuh yang jauh, tentu memakan waktu yang cukup lama untuk sampai ke lokasi,” jelasnya.

Ketika upaya yang dilakukan pihak kepolisian dalam menangani masalah ini, Kapolsek Bungaraya mengatakan, untuk saat ini pihaknya sudah mengamankan lokasi kejadian, mendata kerugian korban, menanyakan ke saksi-saksi, apa penyebab terjadinya kebakaran dan lainnya.

“Musibah kebakaran ini masih dalam penyelidikan,” pungkasnya.

Pantauan di lapangan, Tim Damkar Siak dibantu Satgas Kampung, personel TNI-POLRI serta masyarakat melakukan pemadaman dan pendinginan api yang terlihat masih menyala dibeberapa bagian. [Sugianto]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *