LayarBerita, Aceh Utara – Persediaan hewan ternak untuk kebutuhan hari meugang dan qurban di Kabupaten Aceh Utara sangat mencukupi. Dipastikan tidak perlu mendatangkan hewan ternak dari daerah lain untuk kebutuhan 2 momen tersebut. Sejauh pantauan dan laporan yang diterima Pemkab Aceh Utara, persediaan hewan ternak untuk kebutuhan meugang mencapai 3.570 ekor, dan untuk qurban 3.899 ekor.

Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib bersama Wakil Bupati Fauzi Yusuf sejak  Sabtu, 17 Juli 2021, terus memantau persediaan hewan ternak untuk kebutuhan meugang dan pelaksanaan qurban oleh masyarakat di sejumlah titik dalam wilayah Aceh Utara.

“Dari pantauan kita dan laporan yang kita terima dari masyarakat, kebutuhan hewan ternak, baik sapi, kambing, domba, sangat mencukupi, jadi tidak perlu didatangkan dari daerah lain,” ungkap Bupati H Muhammad Thaib, Senin, 19 Juli 2021.

Dengan tercukupinya kebutuhan hewan ternak, kata Cek Mad, sapaan akrab Bupati, diharapkan masyarakat dapat merayakan meugang dan melaksanakan qurban dengan tenang dan nyaman. Tercukupinya persediaan hewan ternak untuk meugang dan kebutuhan untuk qurban menandakan adanya kegiatan ekonomi peternak lokal yang tumbuh dan berkembang selama ini.

“Ini merupakan salah satu potensi yang akan terus kita pantau dan kembangkan untuk penopang ekonomi masyarakat. Lebih-lebih pada saat meugang dan Hari Raya Qurban (Idul Adha) seperti sekarang ini, di mana kebutuhan hewan ternak sangat besar,” kata Wabup Fauzi Yusuf.

Data yang diterima Pemkab Aceh Utara, persediaan hewan ternak untuk meugang mencapai 3.570 ekor, dengan rincian sapi jantan sebanyak 2.291 ekor, sapi betina tidak produktif 274 ekor, sapi Australia 100 ekor, kerbau jantan 817 ekor, dan kerbau betina tidak produktif 96 ekor.

Sementara persediaan untuk qurban mencapai 3.899 ekor, dengan rincian sapi jantan 1.189 ekor, kambing 1.873 ekor, dan domba 837 ekor. “Data ini masih bersifat sementara hingga Minggu pagi, 19 Juli 2021, mungkin bisa bertambah karena pemantauan dan pendataan terus dilakukan di lapangan,” ungkap Fauzi.

Lebih lanjut Fauzi mengatakan Pemkab Aceh Utara siap menerjunkan petugas dari SKPK terkait untuk memantau dan memeriksa kondisi hewan ternak yang dipotong untuk meugang dan untuk qurban.

“Jika meugang dilakukan di gampong-gampong, kita siap untuk menerjunkan dokter hewan untuk memantau dan memeriksa sapi yang akan dipotong (antemortem) dan dagingnya (post mortem), apakah layak untuk dikonsumsi dan bebas dari penyakit hewan yang sifatnya zoonosis (menular dari hewan ke manusia),” ucap Fauzi.

Jika ada masyarakat yang menerima sumbangan hewan qurban dan meragukan kondisi kesehatan hewan ternak tersebut, kata Fauzi, bisa menghubungi petugas di SKPK terkait untuk memeriksa. Semua ini kita lakukan untuk kemaslahatan bersama, supaya masyarakat kita terhindar dari kemungkinan-kemungkinan yang tidak kita inginkan.

Lebih jauh, Fauzi mengimbau kepada segenap lapisan masyarakat Aceh Utara agar perayaan meugang, perayaan Idul Adha 1442 H, dan pelaksanaan ritual qurban, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Pandemi Covid-19 masih mendera di tengah-tengah kita, oleh karena itu kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga Prokes dalam setiap kegiatan, di mana pun kita berada,” harap Fauzi. [rel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *