LayarBerita, Jakarta – Lelang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan merupakan salah satu sarana jual-beli yang diinisiasi oleh Pemerintah.

Lelang DJKN saat ini dapat dilaksanakan secara online melalui situs lelang.go.id atau aplikasi Lelang Indonesia yang dapat diunduh pada ponsel Android. Berbagai jenis barang dilelang di dalamnya, salah satunya barang tegahan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Barang tegahan Bea Cukai yang dapat dilelang yakni barang-barang yang belum atau tidak memenuhi prosedur kepabeanan. Barang-barang dimaksud terdiri dari tiga kriteria, yaitu barang yang dinyatakan tidak dikuasai (BTD), barang yang dikuasai negara (BDN), dan barang yang menjadi milik negara (BMN).

Hal tersebut disampaikan Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Ditjen Bea dan Cukai Syarif Hidayat dalam acara Bincang Bareng DJKN dengan tema Barang Tegahan Bea Cukai, Kenapa Dilelang secara virtual, Jum’at (18/6/2021).

“Kemudian BTD, BDN dan BMN yang memiliki nilai ekonomis, sepanjang tidak melanggar ketentuan perundang-undangan dapat dijual secara lelang untuk memperoleh penerimaan negara. Jadi catatannya ini bahwa barang-barang tersebut tidak melanggar ketentuan perundang-undangan dapat dijual secara lelang untuk penerimaan negara,” jelas Syarif.

Seluruh barang tegahan Bea Cukai di atas hanya dilelang melalui unit vertikal DJKN, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Masyarakat dapat mengikuti lelang melalui situs lelang.go.id tentunya setelah memiliki akun dan mengunggah dokumen digital syarat kepesertaan lelang seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Peserta lelang dapat menawar barang dengan sebelumnya menyetorkan uang jaminan melalui kode billing atau nomor rekening atas nama KPKNL.

“Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tidak melaksanakan lelang, tidak pernah kita melaksanakan lelang. Lelang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara melalui KPKNL, kemudian objek lelang dapat dilihat dan disurvey secara langsung di lokasi tertentu atau bisa di kantor Bea Cukai atau tempat lainnya di mana barang tersebut disimpan kemudian ada uang jaminan lelang juga yang disetorkan melalui kode billing yang disediakan KPKNL,” ujar Syarif.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Lelang Ditjen Kekayaan Negara Joko Prihanto menerangkan bahwa persentase kenaikan rata-rata lelang dari tahun 2016 sampai 2020 ada 74.836 lot dengan rata-rata kenaikan 4,39%, dimana persentase kenaikan rata-rata dari closed bidding sejumlah 56.377 lot barang atau 4,31%, dan persentase kenaikan rata-rata dari open bidding sejumlah 18.459 lot barang atau mencapai 4,65% lebih tinggi.

Selain itu, persentase kenaikan tertinggi mencapai 65.859,59% yaitu lelang rampasan kejaksaan berupa rokok secara closed bidding dari limit Rp10.000 terjual Rp6,6 juta yang diselenggarakan KPKNL Purwakarta.

Joko menjelaskan lelang dengan nilai kenaikan tertinggi mencapai Rp45,731 miliar. Lelang ini menggunakan metode closed bidding yaitu lelang pasal 6 UUHT berupa tanah yang diselenggarakan KPKNL Batam dengan limit Rp,269 miliar dan terjual di angka Rp252 miliar. Seluruh lelang, ungkapnya, dilakukan melalui situs lelang.go.id.

“Itu namanya menunjukkan bahwa lelang yang kita lakukan atau Direktorat Jenderal Kekayaan Negara lakukan melalui kantor vertikal Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) yang di Indonesia ada 71 kantor itu nggak main-main. Betul-betul lelang itu terbuka, transparan, modern dan penuh dengan kemudahan itu. Jadi kalau mau lelang yang benar, lelang yang terlindungi oleh hukum ya ikut lelang di lelang.go.id,” pungkas Joko.

Sebagai informasi, pengumuman lelang terkait barang tegahan bea cukai hanya dilakukan melalui platform komunikasi resmi yakni surat kabar, situs lelang.go.id dan situs resmi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Apabila terdapat pihak yang menawarkan lelang melalui platform komunikasi lainnya dengan harga yang tidak wajar, atau hal-hal yang dapat dicurigai sebagai tindakan penipuan lelang seperti pelaku menjanjikan menang lelang, mendesak agar segera transfer sejumlah uang, aktif menghubungi korban, mengaku sebagai pegawai DJKN dan Bea Cukai, dan menggunakan akun media sosial palsu dalam menawarkan lelang, masyarakat dapat mengonfirmasi kepada DJKN melalui call center 150 991 dan dapat menghubungi kantor pelayanan Bea Cukai terdekat atau menghubungi contact center Bravo Bea Cukai 1500225. (rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *