LayarBerita.com  – Terbentuknya negara Indonesia dilatar belakangi oleh perjuangan seluruh bangsa, dengan bangkitnya rasa nasionalisme. Karena dalam sejarah Indonesia, kebangkitan nasional merupakan salah satu tahap yang krusial dalam pembentukan negara bangsa Indonesia.

Kebangkitan nasional tersebut ditandai dengan momentum pergerakan nasional, yang merupakan momentum perubahan dari perjuangan yang tidak terorganisir menjadi terorganisir; dari perjuangan yang tidak terencana menjadi terencana; dari perjuangan yang sifatnya ke daerahan menjadi perjuangan yang sifatnya nasional; dari bangsa yang tidak ber parlemen menjadi bangsa yang berparlemen.

Gerakan inilah yang memiliki kehormatan awal gerakan nasional untuk mewujudkan suatu bangsa yang memiliki kehormatan akan kemerdekaan dan kekuatanya sendiri. Akumulasi dari berbagai makna perubahan inilah dilakukan untuk mencapai Indonesia mulia.

Kebangkitan Nasional adalah tonggak sejarah bangsa Indonesia, yang harus dipelajari, dipahami, yang selanjutnya dijadikan inspirasi dalam perjalanan bangsa untuk mewujudkan cita-cita hidup berbangsa. Rasa nasionalisme tersebut mendorong bangsa ini tetap eksis, mandiri,  dan berkembang sejajar dengan martabat bangsa-bangsa lain yang sudah maju maupun yang sedang menggapai kemajuan.

Nasionalisme seringkali diharapkan sebagai energi yang dapat membangkitkan suatu bangsa, masyarakat dan negara agar negara tersebut dapat mengetahui potensi kekuatan nasionalnya untuk dikembangkan menuju cita-cita yang diharapkan yaitu masyarakat yang aman, damai, adil, makmur dan sentosa.

Satu abad lebih sudah bangsa ini dalam kebangkitan. Sebuah usia yang tak lagi muda serta perjalanan panjang bangsa Indonesia untuk terus menjadi sebuah negera yang benar- benar merdeka baik secara moral dan spiritual. Kebangkitan nasional yang diperingati dengan berbagai ritual ini bukan hanya sebuah ritual kosong tanpa arti. Karena, dalam setiap peringatan tentunya mengandung nilai-nilai afektif dan edukatif yang dapat dijadikan teladan untuk generasi masa kini dan yang akan datang.

Kebangkitan nasional dimaknai dengan menghidupkan kembali semangat nasionalisme. Problematik Indonesia sebagai sebuah bangsa modern pada dasarnya tidak bisa dipisahkan dari sejarah panjang identitas nasional yang dilakukan oleh para elit masa pergerakan nasional.

Makna kebangkitan nasional sendiri sebenarnya lebih pada perekatan persatuan dan kesatuan di antara masyarakat Indonesia. Semangat akan persatuan dan kesatuan diwujudkan dengan ikrar Sumpah Pemuda yang dilakukan oleh para pemuda Indonesia pada waktu itu untuk berjuang bersama mencapai suatu kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.

Peringatan kebangkitan nasional ini menjadi titik awal dalam membangun kesadaran untuk bergerak mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia. Semangat Kebangkitan Nasional dalam jati diri setiap warga negara Indonesia ini bertujuan agar dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari ancaman negara lain serta memperbaiki kehidupan bangsa yang lebih baik ke depannya.

Realitas saat ini menunjukkan merosotnya semangat kebangkitan nasional terutama di kalangan generasi muda. Indonesia tidak akan bisa bangkit dari keterpurukan, jika generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa sudah kehilangan jati diri.

Oleh karena itu, agar bangsa Indonesia tetap eksis dalam menghadapi globalisasi, maka generasi muda harus tetap meletakkan jati diri dan identitas nasional yang merupakan kepribadian bangsa Indonesia sebagai dasar pengembangan kreativitas budaya globalisasi.

Bangsa Indonesia terbentuk melalui suatu proses sejarah yang cukup panjang. Berdasarkan kenyataan objektif tersebut, maka untuk memahami jati diri bangsa Indonesia serta identitas nasional Indonesia tidak dapat dilepaskan dengan akar-akar budaya yang mendasari identitas nasional terumuskan dalam filsafat Pancasila.

Karena dasar filsafat suatu bangsa dan negara berakar pada pandangan hidup yang bersumber kepada kepribadiannya sendiri. Maka dapat pula dikatakan bahwa Pancasila sebagai dasar filsafat bangsa dan Negara Indonesia pada hakikatnya bersumber kepada nilai-nilai budaya dan keagamaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sebagai kepribadian bangsa.

Perkembangan zaman dan kemajuan yang pesat disegala bidang merupakan bagian dari era globalisasi yang tidak dapat dihindari. Kemajuan ini menjadikan generasi muda lebih rentan disusupi budaya-budaya yang dapat mengikis rasa kebangsaan. Budaya lokal yang diharap sebagai benteng terakhir juga mulai terkikis dan tergantikan dengan budaya dari luar.

Diperlukan rasa kebangsaan yang tinggi agar Bhineka Tunggal Ika tidak hanya sekedar semboyan belaka, tetapi benar-benar menjiwai perilaku seluruh rakyat Indonesia. Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, pembelajaran kehidupan berbangsa dan bernegara serta pembelajaran sejarah sebenarnya memiliki makna yang strategis. Pembelajaran sejarah adalah suatu proses untuk membantu mengembangkan potensi dan kepribadian agar menjadi warga bangsa yang arif dan bermartabat. (***)

Oleh: Dra. Marhamah, M. Kom. I

Dosen Komunikasi Islam STAIN Malikussaleh Lhokseumawe

Mahasiswa Program Doktor UIN Sumatera Utara

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *