LayarBerita, Lhokseumawe – Sejumlah masyarakat di Kota Lhokseumawe, khususnya yang berdomisili di kawasan proyek pembangunan jaringan gas (Jargas) yang dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk, mengeluhkan kondisi lubang galian yang ditimbun sekadarnya pasca penggalian.

Pasalnya, lubang bekas galian itu sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan berisiko terjadinya kecelakaan.

Kendati begitu, warga mendukung dan mengapresiasi proyek strategis nasional Kementerian ESDM sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat.

Terkait hal itu, General Affair PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Ricky Maulana, kepada LayarBerita.com, Jumat (17/9/2021), mengatakan, pihaknya menyadari kondisi lubang galian Jargas pasca penggalian yang mengganggu kenyamanan masyarakat.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk bersabar atas kondisi tersebut, karena masih dalam tahapan pengerjaan, dimana pada tahapan terakhir akan di re-kondisikan kembali seperti sedia kala.

“Saya meminta kepada masyarakat untuk bersabar, karena masih proses pengerjaan yang saat ini tahap konstruksi, setelah itu akan kita lakukan proses pembersihan, pengujian pipa. Dan pada tahap akhir, kondisi lubang bekas galian itu akan kita re-kondisikan kembali seperti semula,” ujarnya.

Dijelaskan Ricky Maulana, untuk sampai pada tahap re-kondisi, dibutuhkan waktu. Karena, ada tahapan lain yang harus dikerjakan, seperti koneksi sambungan ke rumah-rumah dari pipa induk, pengecekan ulang kondisi pipa untuk memastikan tidak ada yang bocor, hingga sambungan gas ke pelanggan siap digunakan.

“Sekali lagi atas nama PT Adhi Karya (Persero) Tbk, saya meminta masyarakat untuk bersabar, dan mohon maaf atas ketidaknyamanan selama proses pengerjaan sambungan pipa Jargas,” ucapnya.

Sebagai informasi, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Minieral (ESDM) terus memacu pembangunan jaringan gas (Jargas) di Provinsi Aceh sebanyak 11.526 sambungan rumah, yang tersebar di Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Timur.

Untuk Kota Lhokseumawe, ada 3.000 sambungan rumah di Kecamatan Muara Dua yang tersebar di empat sektor, yakni sektor I di Desa Paya Punteut, sektor II di Desa Meunasah Blang, sektor III di Desa Cot Girek Kandang, dan sektor IV di Desa Meunasah Manyang.

Proyek strategis nasional (Perpres Nomor 56 Tahun 2018) berdasarkan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementerian ESDM dengan Polri, yang dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk itu, diperkirakan akan rampung pada awal tahun 2022. Dan pada medio hingga akhir 2022, jaringan gas bumi tersebut sudah terdistribusi kepada pelanggan. (BIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *