LayarBerita, Lhokseumawe – Permasalahan sampah hingga kini belum terselesaikan dengan baik oleh Pemko Lhokseumawe.  Masih banyak tumpukan sampah yang dibiarkan berserakan tanpa ada tempat pembuangan yang tersedia.  Juga armada petugas sampah yang kerap mengangkut sampah rumah tangga tidak setiap hari beroperasi.

Kondisi tumpukan sampah  diperparah dengan masuknya bulan Syawal atau hari lebaran Idul Fitri.  Dimana ‘produksi’ sampah baik dari rumah tangga maupun pasar meningkat drastis dari biasanya. Celakanya pada saat itu, petugas pengangkut sampah juga sedang libur bekerja.

Tentunya membuat sampah kian menggunung di sejumlah lokasi, bahkan di pinggir jalan yang memang tanpa ada tong sampah yang tersedia.  Hal ini tentu menambah buruk wajah Kota Lhokseumawe yang hanya punya 4 kecamatan.

Permasalahan sampah juga tidak terjadi di wilayah padat penduduk.  Tapi juga di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alue Lim Kecamatan Blang mangat juga menimbulkan masalah baru bagi warga sekitar.  Pasalnya Pemko Lhokseumawe dinilai tidak mengelola TPA dengan baik.  Sehingga bau busuk menebar ke segala arah yang tertiup angin ke pemukiman penduduk sekitar.

Meski lokasi TPA menjadi momok bagi sebagian besar masyarakat di Desa Alue Lim, namun ada juga yang menggantungkan hidupnya di lokasi yang dipenuhi bibit penyakit dan menebarkan aroma busuk tersebut.  Bahkan sejumlah warga yang berprofesi sebagai pemulung, harus rela berjalan diantara sampah yang mulai membusuk.  Terkadang taka jarang harus ‘bersaing’ dengan hewan yang juga mencari makan dilokasi TPA milik Pemko Lhokseumawe ini. [Yas]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *