LayarBerita, Bener Meriah – Entah apa yang merasuki jiwa PH (36) warga Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Pria ini tega merusak masa depan anak kandungnya yang masih di bawah umur, sejak korban masih duduk di kelas 2 sekolah dasar.  Akibat perbuatannya, ayah bejat ini harus meringkuk dalam tahanan polisi.

Dilansir dari laman tribratanewspolresbenermeriah.com, menurut Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya, melalui Kapolsek Bukit Iptu Jufrizal, peristiwa ini awalnya diketahui oleh ibu kandung korban.  Kembang (bukan nama sebenarnya) menceritakan kejadian yang dialaminya kepada ibu kandungnya.

Mendengar cerita dari anaknya, Kepolisan Sektor Bukit Polres Bener Meriah, Selasa (15/12/2020) langsung mengamankan PH (36) dengan sangkaan telah melakukan perbuatan cabul terhadap anak kandungnya sendiri yang berusia 15 tahun.

Dari keterangan ibu korban, anaknya tiba-tiba takut melihat ayahnya sendiri.  Hal ini membuat ibu korban heran dan mempertanyakannya.  Korban tampaknya sudah tidak tahan lagi dengan perlakuan bejat dari ayahnya.  Sehingga dirinya menceritakan perihal tersebut kepada ibu kandungnya.

“Ine (ibu), Saya takut melihat Ama (ayah) sana,”. Lalu Ibu korban bertanya kepada korban “kenapa kamu takut melihat Ama kamu nak”? Korban menjawab “Karena Ama tu sudah dirusaknya Kehormatan Saya,” ujar Iptu Jufrizal mengulang cerita ibu korban.

Lanjut Jufrizal, korban mengaku sudah tidak tahan dengan perbuatan keji yang tidak patut dilakukan oleh seorang ayah terhadap anaknya.  Seharusnya pelaku menjaga agar anaknya dari gangguan pihak lain, bukan malah merusaknya.

“Pelaku yang merupakan Ayah kandungnya tersebut, sudah berulang kali mencabuli korban. Sehingga membuat korban takut dan tidak tahan lagi, sehingga menceritakan hal tersebut kepada ibu kandungnya,” kata Iptu Jufrizal.

Tentunya sebagai seorang ibu tidak tega melihat kondisi anaknya.  Lalu datang ke Polsek Bukit untuk melaporkan kejadian yang dialami oleh anaknya.  Meski pekau merupakan ayah kandung korban atau suaminya sendiri. Mendapat laporan ini, unit Reskrim Polsek Bukit yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Bukit langsung mengamankan tersangka.

Dari hasil interogasi pelaku dan korban, diketahui kalau benar perbuatan cabul tersebut dilakukan oleh pelaku dan sudah berulang kali.  Pencabulan dilakukan oleh pelaku sudah lama, yakni sejak korban duduk masih kelas 2 Sekolah Dasar hingga terakhir kalinya pada Kamis tanggal 10 Desember 2020 kemarin.

“Pelaku sudah kita amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.  Tersangka sementara kita jerat dengan Pasal 47 Junto Pasal 50 Qanun Aceh No 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, dengan ancaman maksimal 200 bulan kurungan (16 tahun),” tutup Iptu Jufrizal. [red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *