LayarBerita, Aceh Utara – Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib secara tegas mengatakan tidak mentolerir adanya penggunaan dana desa yang tidak sesuai aturan atau peruntukkannya.  Hal ini ditegaskan oleh bupati, terkait adanya informasi adanya pungutan dana desa di luar aturan yang berlaku.

“Saya mendengar kabar ada permintaan atau penggunaan dana desa tidak sesuai peruntukan. Terlepas ini benar atau tidak, intinya Saya tidak akan mentolerir hal ini.  Terlebih jika ada pihak aparatur pemerintah yang ikut bermain.  Tentu akan kita evaluasi kinerja aparatur tersebut,” ucap Cek Mad panggilan akrab Bupati Aceh Utara ini.

Menurut Cek Mad, Pemerintah mengucurkan dana desa dengan tujuan pemerataan pembangunan desa, mengurangi kemiskinan dan kesenjangan. Sehingga dana yang dikelola harus benar-benar tepat sasaran dan digunakan sesuai aturan.

“Jika ada informasi ini, wartawan silahkan tulis.  Lantaran akan mengganggu program pembangunan di desa serta ini merupakan budaya tidak baik tentunya,” ucap Bupati Aceh Utara ini.

Sebelumnya tersiar kabar ada sejumlah gampong (desa) di Kabupaten Aceh Utara harus ‘menyetor’ sejumlah dana untuk pihak tertentu.  Yakni dengan alasan-alasan berbeda di tengah kondisi pandemi Covid saat ini.  Jumlahnya juga terbilang lumayan dan dengan dalih telah melalui musyawarah bersama.

“Kalau program pembangunan atau kegiatan sesuai kesepatan masyarakat setiap gampong itu tidak masalah.  Sebab program itu dibangun untuk kebutuhan gampong tersebut.  Tapi kalau untuk kebutuhan di luar, ini yang tidak kita tolerir,” tegas Cek Mad. [red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *