LayarBerita, Lhokseumawe – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lhokseumawe melaksanakan kegiatan diseminasi informasi P4GN kepada santri di Dayah Riyadhatul Qulub Desa Baloi Tunoeng Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Jum’at (15/1/2021).

Informasi terkait Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) atau dalam bahasa gamblang sering diartikan sebagai bahaya penyalahgunaan narkoba ini, penting ditanamkan pada santri di Dayah untuk membekali mereka dalam menghadapi pengaruh global lingkungan yang semakin riskan dan cenderung menghancurkan.

Kegiatan berbentuk Majlis Ta’lim ba’da Dhuhur ini diikuti oleh sekitar 50 santri dan disampaikan oleh Da’i Reward (Ready War on Drugs) atau Tim Penceramah Anti Narkoba.

Dalam tausyiahnya, Tgk. Murhaban, SH yang juga Penyuluh Narkoba BNN Kota Lhokseumawe mengilustrasikan sebuah kisah dari Ibnu Qaim, dimana akar kejahatan bersumber beberapa dimensi, diantaranya adalah rakus, sombong dan dengki.

Bila manusia  bersifat rakus maka akan  berbuah kemaksiatan, yang berujung ke pelayahgunaan narkoba, sebutnya.

Kepala BNN Kota Lhokseumawe, AKBP. Fakhrurrozi, SH kepada media ini menyebutkan bahwa pihaknya konsisten melakukan kampanye bahaya penyalahgunaan Narkoba ke berbagai kelompok sasaran, baik sekolah, masyarakat maupun kalangan Santri Dayah.

“Santri harus menjadi pelopor pencegahan Narkoba. Jangan sampai ada pengedar yang menawarkan obat tertentu dengan alasan untuk kuat berzikir,” pesan mantan Wakapolres Langsa ini.

Oleh karena itu, lanjutnya, BNN Kota Lhokseumawe melalui program Da’i Reward senantiasa menyeru masyarakat untuk tidak menggunakan Narkoba, sekaligus menjadi relawan di lingkungannya masing-masing demi tercapai Hidup 100 Persen Sadar, Sehat, Produktif dan Bahagia tanpa Narkoba.

“Marilah kita secara bahu membahu menyampaikan pesan ini demi masa depan generasi penerus bangsa”, ajak Pamen Polri  berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi ini. (rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *