LayarBerita, Lhokseumawe – Wakil Direktur III CV Muhillis & Co, Rustam  (Penggugat) melalui kuasa hukumnya Teuku Fakhrial Dani, SH, MH mengajukan gugatan wanprestasi terhadap Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Lhokseumawe (Tergugat).

Dalam permohonan yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri Lhokseumawe, gugatan wanprestasi itu terkait sisa pembayaran pekerjaan kontruksi Pembangunan Gedung Kesenian Kota Lhokseumawe Tahap II tahun 2019 dengan nilai negosiasi biaya (reverse action) sebesar Rp6.790.000.000 yang bersumber dari dana Otsus.

Setelah semua tahapan pekerjaan selesai 100% dan Berita Acara Serah Terima pekerjaan telah diserahkan, namun Tergugat tidak memenuhi atau lalai melaksanakan kewajibannya untuk membayar sisa pembayaran sebesar 25% dari nilai kontrak kepada Tergugat.

Penggugat telah melakukan berbagai upaya agar sisa pembayaran itu dapat dibayarkan oleh Tergugat. Namun, menunggu sekian lama, dan hingga saat ini, sisa pembayaran pekerjaan kontruksi tersebut tidak kunjung dibayarkan oleh Tergugat.

Oleh karenanya, Penggugat melalui Law Firm Ampon Dani & Partners, melayangkan gugatan wanprestasi (Somasi) terhadap Dinas PUPR Kota Lhokseumawe.

Kuasa Hukum Penggugat, Teuku Fakhrial Dani yang ditemui usai Sidang Pertama di PN Lhokseumawe yang dipimpin oleh M. Nazir, SH, MH (Ketua Majelis), Budi Sunanda, SH, MH (Hakim Anggota) dan Sulaiman M, SH, MH (Hakim Anggota), Kamis (14/10/2021) pagi, dengan agenda pemeriksaan identitas para pihak, mengatakan, gugatan wanprestasi yang dilayangkan karena ada hak-hak Penggugat yang masih belum diselesaikan oleh Tergugat.

“Jadi yang kita tuntut adalah sikap dari Tergugat yang tidak memenuhi atau lalai melaksanakan kewajibannya sebagaimana yang telah ditentukan dalamperjanjian yang telah dibuat antara Tergugat dan Penggugat,” terangnya.

Disebutkan Ampon Dani, sapaan akrabnya, akibat dari kelalaian Tergugat, kliennya mengalami kerugian sebesar Rp2.000.000.000 dengan rincian sisa pembayaran Rp1.669.500.000 yang belum dibayarkan, dan ditambah dengan bunga bank sebesar 2%.

“Itu belum termasuk kerugian moril yang diterima oleh kliennya yang tidak dapat diukur dengan besaran nominal,” pungkasnya. (BIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *