LayarBerita.com – Mengabdi untuk kemanusiaan merupakan misi PMI, sehingga dalam berbagai kegiatan PMI komitmen terhadap kemanusiaan. Prinsip-prinsip nilai kemanusiaan terwujud dalam berbagai upaya dalam rangka menyediakan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Islam adalah ajaran yang mengandung nilai-nilai kemanusiaan. Keesaan Tuhan dan kemanusiaan merupakan dua hal yang tak bisa dipisahkan. Perintah Allah Swt, agar manusia menghargai kemanusiaannya, karena itu manusia perlu menilik kembali tugasnya sebagai hamba Allah Swt yang di percayakan untuk menjadi khalifah di muka bumi ini, serta memahami dengan sebenar-benarnya kedudukan kita serta makhluk Allah yang lain di bumi ini dengan cara berusaha mencontoh semua perilaku Rasulullah Saw.

Dengan adanya peran sebagai khalifah ini maka setiap individu mempunyai kewajiban untuk melindungi kemanusiaan kapanpun bila melihat adanya pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan itu terhadap siapapun. Islam menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia.

Sedangkan manusia sebagai khalifah memiliki tanggung jawab untuk memakmurkan dan memelihara bumi.  Pandangan Islam tentang membantu kemanusiaan ditegaskan dalam AlQuran: “Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya” (Q.S.Al-Maidah: 32).

Al-Amal Al-Khairy  dalam Prinsip Kemanusiaan

Islam memerintahkan untuk mewujudkan nilai kemanusiaan (qimah insaniyah) dalam setiap interaksi dengan manusia lain. Karena itu setiap Muslim diperintahkan berbuat baik dan membantu manusia lain yang mengalami musibah tanpa memandang suku, ras, warna kulit atau agamnya.

Prinsip-prinsip kemanusiaan PMI dalam perspektif Islam disebut dengan Al-Amal Al-Khairy, yaitu bantuan moril yang diberikan kepada orang lain tanpa mengaharapkan imbalan. Maka dalam AlQuran, Islam menyerukan: “dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan” (Q.S. Al-Hajj: 77).

Prinsip Al-Amal Al-Khairy dalam Islam menjelaskan bahwa kebaikan tersebut diberikan kepada manusia atau makhluk lainnya, inilah yang melandasi prinsip PMI dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan tidak memihak golongan politik, ras, suku ataupun agama tertentu.

Kebaikan tersebut memiliki berbagai macam bentuk sesuai kebutuhan dan tuntutan manusia juga sesuai dengan kemampuan yang ada dan dilakkuan kontinuitas agar manusia senantiasa terus menerus dalam kebaikan.

Dalam prisnip amal khairy juga dijelaskan tentang motivasi untuk melakukan kebaikan. Ditegaskan dalam AlQuran:”Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan”. (Q.S. A-Maidah: 48). Kebaikan yang dilakukan dilandasi dengan keikhlas semata-mata untuk kebaikan karena amal hanya diterima jika semata-mata demi kebaikan.

Dalam hal ini PMI menganut prinsip kesukarelaan, yaitu gerakan pemberi bantuan sukarela yang tidak didasari oleh keinginan untuk mencari keuntungan apapun. Seperti pertolongan yang diberikan PMI dengan kegiatan donor darah. Keberadaan Unit Transfusi Darah PMI diakui telah banyak memberikan manfaat dan pertolongan bagi para pasien/penderita sakit yang sangat membutuhkan darah. Ribuan atau bahkan jutaan orang terselamatkan jiwanya berkat pertolongan Unit Transfusi Darah PMI.

Islam memerintahkan untuk membantu orang lain, terlebih jika itu untuk menyelamatkan jiwa orang yang membutuhkan. Dalam ajaran Islam, disamping bertujuan untuk kemaslahatan umat manusia, juga bertujuan untuk menghindari segala bentuk kemudaratan atau yang merugikan manusia.

Menyumbangkan darah kepada orang lain yang amat membutuhkannya, termasuk dalam kerangka tujuan syariat Islam, yaitu menghindarkan salah satu bentuk kemudaratan yang akan menimpa diri seseorang. Dijelaskan dalam AlQuran: ”dan tolong-menolong kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran”.(Q.S. Al-Maidah: 2).

Menyelamatkan nyawa orang lain adalah salah satu bentuk pemeliharaan terhadap ad-daruriyyat al-khamsah (lima hal dasar) yang dituntut oleh syariat Islam. Maka, dalam rangka hari donor se dunia ini ada sebuah motto yang menyatakan “Setetes Darah Anda, Nyawa Bagi Mereka”, kiranya hal ini dapat menggugah kita!.

(Tulisan ini dalam rangka Hari Donor Darah Se-Dunia)

Oleh: Drs. Fauzi Abubakar, M. Kom. I

Humas UTD PMI Aceh Utara/ Mahasiswa Program Doktor Komunikasi Islam Universitas Islam Negeri Sumater Utara

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *