LayarBerita, Banda Aceh – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh menggelar program Cerita Wastra (kain tradisional) tingkat Aceh. Kegiatan yang digelar secara luring dan daring, Senin (12/4/2021), itu bertujuan untuk mempopulerkan kembali serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap wastra Aceh.

Program yang dikemas dalam bentuk kompetisi foto fesyen berbahan kain tradisional khas daerah itu, mengusung tema ‘Aku dan Kain’.

Dalam pelaksanaannya para peserta yang mengikuti lomba diwajibkan menggunggah foto di media sosial menggunakan kebaya dan kain tradisional, sembari bercerita tentang kisah di balik kain yang dipakai dan perajin wastra daerah masing-masing.

Prosesi lomba foto yang diikuti 23 kabupaten dan kota se-Aceh itu, telah diselenggarakan sejak 24 Maret hingga 7 April 2021.

Kompetisi tersebut diselenggarakan atas hasil kolaborasi antara Dekranas Pusat dengan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia.

Dyah menyampaikan, kompetisi foto wastra itu merupakan bagian dari melestarikan serta mempopulerkan kembali dan melestarikan kekayaan budaya daerah, kepada masyarakat  khususnya kaum muda, serta membangkitkan usaha pengrajin wastra.

“Bisa dikembangkan dengan baik, sehingga wastra bisa lebih dikenal, dan tetap bisa digunakan oleh seluruh kalangan. Tidak hanya oleh kalangan ibu-ibu atau mereka yang berusia, tapi kalangan anak muda juga bisa ikut tampil keren dengan wastra,” kata Dyah.

Menurut Dyah, Aceh yang terdiri dari 23 kabupaten dan kota tersebut, tentunya memiliki berbagai jenis wastra dengan motif, filosofi, serta keunikan masing-masing. Oleh karena itu, lomba ini dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali keunikan wastra di daerah masing-masing.

“Lomba ini diharapkan dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap kain khas daerah. Selain sebagai upaya melestarikan wastra, ini juga dapat mendukung sektor UMKM juga untuk bisa kembali menggiatkan perekonomian, terutama di era pandemi saat ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Dyah juga mengajak, masyarakat untuk senantiasa bangga dan terus menggunakan kain tradisional yang merupakan jati diri bangsa. Seperti halnya kampanye yang di gaungkan pemerintah pusat “Bangga Buatan Indonesia”. Kampanye itu, harus terus digalakkan demi menciptakan kesadaran, kecintaan, dan kebanggaan menggunakan produk-produk Indonesia.

“Mari terus pakai kain tradisional, jangan sampai merasa kuno atau malu, karena ini adalah jati diri kita. Dan juga pakailah produk lokal,”

Sebagaimana diketahui, sektor UMKM merupakan salah satu penggerak roda perekonomian di Aceh. Oleh karena itu Pemerintah Aceh, sangat mendukung gerakan tersebut. Untuk itu Pemerintah Aceh telah melakukan berbagai upaya ,salah satunya Imbauan Gubernur terhadap penggunaan produk UMKM Aceh.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Dyah juga menyampaikan selamat kepada para pemenang lomba cerita wastra, setidaknya ada 4 Kabupaten dan Kota yang menjuarai kompetisi itu.

Juara 1 Dekranasda Kabupaten Aceh Tengah, Juara 2 Dekranasda Kabupaten Gayo Lues, Juara 3 Dekranasda Kabupaten Aceh Besar, dan juara Favorit Dekranasda Kota Banda Aceh.

Dyah berharap, melalui kompetisi ini akan menambah inovasi dan kreatifitas dari kalangan Dekranasda seluruh Aceh serta mampu mewujudkan cita-cita Dekranasda untuk mensejahterakan dan memakmurkan  pengrajin.

“Mudah ini menambah semangat Dekranasda dan para pengrajin di Aceh untuk terus melestarikan  budaya Aceh,” pungkasnya. (rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *