LayarBerita, Lhokseumawe – Seorang pemuda berinisil FR (28 tahun), asal Gampong Dayah, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, tersangka pencuri 65 mayam emas berhasil ditangkap Tim Opnal Satrekrim Polres Lhokseumawe di rumahnya, Rabu (10/2/2021).

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto didampingi Wakapolres Kompol Raja Gunawan dan Kasat Reskrim Iptu Yoga Panji Prasetya dalam konferensi pers yang digelar di Aula Mapolres setempat, Jumat (12/2/2021) pagi, menjelaskan, tempat kejadian perkara (TKP) pencurian oleh tersangka FR berlangsung di salah satu rumah di Jalan Antara Gg. Bambu, Desa Kuta Blang, Kecamatan Banda Sakti pada Senin (8/2/2021).

Dijelaskan Kapolres, peristiwa tersebut awalnya diketahui oleh suami dari pemilik rumah saat pulang ke rumah sekira pukul 13.30 WIB, melihat pintu pagar telah terbuka dan ditemukan gembok terletak di atas bangku teras.

Merasa curiga, selanjutnya ia menuju ke samping rumah dan kaget ketika melihat pintu samping rumah juga sudah terbongkar. Ia pun bergegas masuk ke dalam rumah.

Dan setibanya di kamar utama, rasa terkejut semakin menggila saat melihat isi lemari sudah berantakan, laci dan pintu lemari hias tempat ia menyimpan emas seberat 65 mayam dalam toples telah terbuka dan raib bersama 3 unit HP. Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Polisi.

Akibat kejadian pencurian itu, ia mengalami kerugian sebesar Rp150 juta.

Lebih lanjut disampaikan Kapolres, dari hasil penyidikan, tersangka FR nekat melakukan pencurian tersebut karena sakit hati terhadap korban, dimana sebelumnya ia pernah meminta pinjam uang sebanyak Rp5 juta, namun tidak dikabulkan.

“Karena terdesak membayar utang, ia nekat untuk mencuri,” terang Kapolres.

Saat ini tersangka bersama barang bukti berupa 65 mayam emas murni berbentuk gelang dan kalung atau setara dengan 195 gram, 3 unit handphone, dan 1 unit sepeda motor Yamaha N Max milik tersangka telah diamankan di Mapolres untuk proses selanjutnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal Pasal 363 ayat 1 ke 5e Jo pasal 362 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara, pungkas Kapolres. (BIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *