LayarBerita, Jakarta – Bank Indonesia (BI) kembali menggelar Festival Edukasi Bank Indonesia (FesKaBI) tahun 2021 secara virtual, Jumat (8/10.2021).

FesKaBI (dulu merupakan BI Goes To Campus) merupakan kegiatan sosialisasi dan edukasi yang diselenggarakan BI secara rutin sejak tahun 2013 untuk memperkenalkan fungsi, tugas, dan kebijakan terkini BI kepada generasi muda.

Mengangkat tema “Yuk Optimalkan Upaya Agar Rupiah Berjaya”, kegiatan ini diharapkan dapat mengajak generasi muda untuk lebih memahami instrumen keuangan serta cara berinvestasi dan mengelola keuangan secara bijak dan cerdas.

Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman para generasi muda terhadap fungsi Rupiah sekaligus menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap Rupiah.

Pada tahun 2020, pertumbuhan investor ritel di Indonesia mencapai 5,59 juta orang atau meningkat sampai 125% dibandingkan tahun 2019. Hal ini menunjukkan bahwa literasi keuangan di masyarakat Indonesia mengalami peningkatan.

Deputi Gubernur BI, Doni P. Joewono, dalam sambutannya menyampaikan tiga alasan mengapa investor ritel penting.

Pertama, investor ritel diperlukan untuk membangun negeri dan menginvestasikan dana di dalam negeri. Kedua, dengan semakin banyaknya partisipasi investor ritel, tingkat perputaran uang akan semakin baik dan akan mendukung kemajuan aktifitas ekonomi. Ketiga, basis investor ritel sangat diperlukan untuk memperkuat ketahanan ekonomi, khususnya di pasar keuangan.

Berkembangnya investasi ritel di Indonesia menjadi wujud bahwa masyarakat juga semakin memahami fungsi Rupiah.

Lebih lanjut Doni menambahkan upaya-upaya sederhana yang dapat dilakukan generasi muda untuk menjaga Rupiah.

Pertama, kecintaan terhadap Rupiah bisa ditumbuhkan dengan cara mengenali filosofi uang Rupiah, merawat uang Rupiah, dan menjaga diri dari tindak kejahatan uang palsu dengan mengetahui ciri-ciri keaslian uang Rupiah. 

Kedua, kebanggaan terhadap Rupiah dapat ditanamkan dengan cara menjaga kedaulatan uang Rupiah sebagai simbol negara Indonesia yang berdaulat, menggunakan uang Rupiah dalam bertransaksi di wilayah NKRI, dan memaknai Rupiah sebagai pemersatu bangsa.

Ketiga, paham terhadap Rupiah yang dapat dilakukan dengan cara memahami fungsi Rupiah yang tidak hanya digunakan sebagai alat pembayaran, namun juga sebagai alat penyimpanan nilai sehingga menumbuhkan sikap hemat dan bijak saat berbelanja.

Hal ini diharapkan juga dapat menumbuhkan budaya menabung dan melakukan investasi untuk masa depan.

Selain kegiatan sosialisasi dan edukasi, rangkaian FesKaBI juga memperlombakan kompetisi konten digital yaitu video animasi, short movie, video 1 menit, dan komik, yang dibuka mulai 8 Oktober hingga 30 November 2021 dan terbuka untuk umum.

Informasi selengkapnya mengenai syarat dan ketentuan lomba pada website FesKaBI yaitu www.feskabi.com. (rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *