LayarBerita, Pekanbaru – Pemerintah melalui Kementerian ESDM  resmi menyerahkan Wilayah Kerja (WK) Blok Minyak dan Gas Bumi Coastel Plains and Pekanbaru (CPP) 100 persen dikelola PT Bumi Siak Pusako (BSP).   Prosesi penyerahan tersebut dilakukan pada acara seremoni di Aula Balai Serindit kediaman Gubernur Riau, Pekanbaru, Senin (9/8/2022).

”Berbekal Azam yang terpancang kuat, penuh rasa syukur Alhamdulillah, hari ini PT. Bumi Siak Pusako BUMD yang sahamnya dimiliki secara utuh oleh Pemkab Siak bersama Pemda Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Kampar, Kota Pekanbaru. Kami atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Riau mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada Menteri ESDM, kepala SKK Migas, dan terkhusus Gubernur Riau yang telah membimbing kami dalam proses perpanjangan Alih Kelola Kontrak Wilayah Kerja Blok CPP ini,”ucap haru Bupati Siak Alfedri.

Sebelumnya, skema kelola Blok CPP ini Badan Operasi Bersama (BOB) PT. Bumi Siak Pusako dan Pertamina Hulu Energi sebagai pemegang interesting bagi hasil sebesar 50 persen.  Saat ini sudah 20 tahun masa kerja Badan Operasi Bersama (BOB) mengelola Blok CPP, yang berkontribusi terhadap dividen daerah mencapai Rp 3,5 triliun, sementara program corporate social responsibility (CSR) seragamnya mencapai Rp 80 miliar.

“Hari ini, adalah malam bersejarah untuk Negeri Melayu, momen penting dan terulang kembali peristiwa di masa silam.  Ketika pertama kali di masa zaman Kesultanan Siak, Sultan Syarif Kasim II meresmikan sumur pertama penambangan Migas oleh Pertamina di Riau, yang berlokasi di Minas,” urai Alfedri.

Ditambahkan, ketika itu Pemerintah mempercayai perusahaan minyak asal Amerika Queen Nederland Pacific Petroleum pada masa tahun 1930 hingga dekade tahun 1979 dan berganti nama menjadi Caltex Pasifik Indonesia (CPI).

“Kami terima julang tepak sirih sebagai amanah dari Pemerintah, tentu ini menjadi sebuah kebanggaan dan kepercayaan untuk masyarakat Riau.  Kita menyambut dengan tekad dan semangat kerja keras, guna mewujudkan apa yang tertuang dalam kontrak kerja terbaru ini,” ucap Alfedri.

Namun menurit Bupati Siak hal ini tidak mudah, karena seluruh elemen diharapkan berperan aktif dalam meningkatkan produksi Migas.  Yakni mencapai target 1 juta barel di tahun 2030. Kami berharap alih kelola ini mampu mensejahterakan masyarakat di Provinsi Riau pada umumnya, khususnya Kabupaten Siak, harap Alfedri.

Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Kementerian ESDM RI Mirza Mahendra mengatakan,  Wilayah Kerja WK CPP dinilai cukup strategis dalam memenuhi 1 juta barel pada tahun 2030 mendatang.

“Melalui Keputusan Menteri ESDM, Pemerintah memutuskan BSP sebagai pengelola blok CPP 2042.  Selanjutnya kontrak kerja WK CPP antara BSP dengan SKK Migas, telah ditandatangani pada 28 November 2018 dengan skema gross split untuk jangka waktu 20 tahun.  Dimana yang akan berlaku efektif mulai tanggal 9 Agustus 2022 hingga 8 Agustus 2042,” ungkapnya.

Blok CPP memiliki luas area 9.866 kilometer persegi yang tersebar di 3 area, yaitu zamrud area berada di Kabupaten Siak, pedada area masuk wilayah Siak dan Bengkalis dan west area berada di Kampar.  Dengan produksi kumulatif mencapai 728 MMSTB, memiliki cadangan Migas 56 MMSTB, dan faktor recovery sebesar 37 persen.   Dengan target performa 8.300 barel per hari (BPH) meningkat menjadi 9.000 BPH.

Ada lima daerah sebagai pemilik saham pada BUMD PT Bumi Siak Pusako pertama Pemkab Siak, 72,200 persen, kedua Pemkab Kampar 6,02 persen, Pemkab Pelalawan 2,41 persen, Pemprov Riau 18,07 persen dan Pemko Pekanbaru 1,21 persen. [Infotorial]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.