LayarBerita Aceh Utara – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Ismail A Jalil alias Ayah Wa, menyatakan keprihatinan dengan kondisi pembangunan di Kabupaten Aceh Utara.  Baik pembangunan di sektor ekonomi, infrastruktur dan pendidikan dan lainnya.

Menurut Ayah Wa yang merupakan anggota DPRA dari daerah pemilihan Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe  ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, harus melobi-lobi Pemerintah Aceh dan pusat, untuk menggenjot pembangunan diberbagai sektor di Aceh Utara.

“Ini penting, agar semua program pembangunan dapat cepat terealisasi. Jika tidak maka pembangunan Aceh Utara akan jalan di tempat,” ujar Ayah Wa, saat pertemuan dengan masyarakat, saat melakukan reses ke Dapil V, Kamis, 8 April 2021.

Berdasarkan laporan masyarakat, menurut Ayah Wa, saat ini di Aceh Utara banyak infrastruktur jalan dalam kondisi rusak parah.  Untuk membangun infrastruktur jalan tersebut, jika dibebankan ke dalam APBK Aceh Utara tidak akan mampu tertampung.

“APBK Aceh Utara tak mampu menampung semua dana untuk perbaikan jalan. Itu belum lagi untuk pembangunan sektor lain.  Sebab APBK Aceh Utara minim, tentu Pemkab harus melobi-lobi ke provinsi, atau ke Pusat. Sehingga setiap pembangunan itu tidak dibiaya langsung dengan APBK,” jelasnya.

Disisi lain, kondisi sektor ekonomi di Aceh Utara, juga sangat memprihatinkan. Hal ini disebabkan minimnya lowongan pekerjaan dan kurangnya skill serta modal usaha masyarakat.  Lantas membuat banyak pemuda-pemuda yang menyandang sarjana jadi pengangguran.

“Bisa dibilang pengangguran sekarang pengangguran terdidik. Buktinya pendidikan tinggi, ketersediaan lowangan kerja tak ada,” ungkapnya.

Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Utara melalui dinas terkait, harus memperhatikan pengangguran di Aceh. Sebab pemuda jadi pengangguran akan berdampak terjadi kenaikan angka kemiskinan.  Hal ini juga dapat memicu tingginya angka kriminal tentunya.

“Banyak potensi di Aceh Utara banyak diperlu dikembangkan. Karena keterbatasan SDM, sehingga potensi yang ada tidak dapat dikembangkan,” jelasnya.

Selain itu, sambung Ayah Wa, produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam bentuk ekomoni kreatif di seluruh Aceh Utara harus dikembangkan dan diperioritaskan. Sehingga dapat menyuburkan pertumbuhan rumah industri, termasuk pemasaran produk UMKM lokal.  Sedangkan fasilitas telah tersedia, baik untuk di dalam negeri maupun luar negeri.

“Fasilitas telah disediakan oleh Pemerintah. Seperti Pelabuhan Krueng Geukeuh. Jadi harus dimanfaatkan, intinya ekonomi subur rakyat makmur,” ucapnya.

Menurut Ayah Wa, Pemerintah Aceh harus punya perhatian khusus kepada Kabupaten Aceh Utara.  Lantaran saat ini, Aceh Utara sedang mengalami krisis keuangan, yang akan berdampak pada berbagai sektor.

“Seperti yang terjadi saat ini, gaji aparatur gampong dipangkas. Kenapa dipangkas, karena Pemkab tidak cukup ketersediaan anggaran.  Termasuk pemangkasan sejumlah gaji honor dan tunjangan ASN,” ungkap Ayah Wa.

Politisi Partai Aceh ini menguraikan, permasalahan sedang dialami Pemkab Aceh Utara akan berdampak buruk terhadap masyarakat. Namun harus mendapat sokongan dari Pemerintah Aceh untuk menambahkan anggaran Migas Aceh.

“Aceh Utara sebagai ladang Migas, saat ini kondisi lagi terpuruk.  Jadi Pemerintah Aceh harus bersinergi untuk membantu Pemkab Aceh Utara, sehingga persoalan di Aceh Utara bisa teratasi,” harap mantan Ketua DPRK Aceh Utara ini. [rul]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *