[Infotorial Pemkab Siak]

LayarBerita, Siak – Bupati Siak, Alfedri secara resmi melantik pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Siak masa kepengurusan 2021-2026, di ruang Rapat Raja Indrapura Pahlawan, Kantor Bupati Siak, Kamis (8/4/2021), sekira pukul 09.00 WIB.

Adapun Ketua FKUB periode 5 tahun mendatang, dipercayakan kepada Moh. Winto, S. Pd.  Pelantikan dihadiri oleh sejumlah elemen dari berbagai agama yang ada di Kabupaten Siak, serta Forkompinda,  Kakan Kesbangpol,  Kakan Kemenag, Ketua MUI, FPK dan undanga lainnya.

Alfedri menyampaikan ucapan selamat atas kepada pengurus FKUB dan telah dilantik.  Serta memberikan apresiasi atas kontribusi dan peran FKUB dalam ikut serta menjaga kondusifitas di Kabupaten Siak. Terutama saat menjelang masuknya bulan suci Ramadhan tahun 1442 Hijriah dan Idul Fitri.

“Ungkapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada pengurus FKUB periode lalu.  Semoga kontribusinya selama ini, menjadi amal kebaikan dan mendapat balasan dari Allah SWT,” ucap Bupati Siak.

Lanjut Alfedri, bangsa Indonesia saat ini sering diuji dengan isu terkait intoleransi.  Dimana hal ini membuat persatuan bangsa menjadi terpecah belah.  Hal ini terlihat dari hiruk-pikuk perdebatan serta banyaknya ujaran kebencian di sejumlah media sosial.

“Mengingat inilah, pentingnya gerakan bersama agar tercipta toleransi serta kerukunan diantara umat beragama,” terangnya.

Selain isu intoleransi, menurut Alfedri, isu radikalisme juga semakin marak.  Benih-benih radikalisme berpotensi terjadi di semua kalangan agama.  Hal ini seiring dengan banyaknya temuan kaum muda yang diduga terpapar paham radikalsme.

Gerakan ekslusif transnasional ini dapat mengancam keberagaman, apalagi di dalam situasi pandemi Covid-19, dimana laju atau gerakan masyarakat lebih terbatas.

“Alhamdulilah di Siak sampai hari ini warganya masih tetap hidup rukun dan damai. Ini merupakan modal sosial yang berharga untuk pembangunan daerah. Untuk itu kondusifitas ini harus terus dijaga dan dipupuk. Jangan sampai ada sepercik api yang dapat menyulut konflik, baik internal umat beragama maupun antar umat beragama,” terang Alfedri.

Sambung Alfedri, yang perlu disadari bersama, bahwa pembinaan kehidupan umat beragama tidak semata menjadi tanggung jawab Pemerintah.  Tetapi umat beragama sendirilah yang pertama dan terutama harus memikul tanggung jawab itu.

“Mengingat inilah peran tokoh agama sangat penting untuk menjaga keutuhan umat beragama. Tokoh agama dituntut untuk dapat menebarkan semangat kebersamaan untuk merawat kerukunan, menghindari ujaran kebencian dan perilaku yang dapat menimbulkan luka bagi sesama saudara,” ungkapnya.

Ketua FKUB M. Winto,  menjelaskan bahwa terbitnya aturan tentang adanya FKUB ini dari pemerintah di Kabupaten Siak,  membuktikan bahwa soal kerukunan antar umat beragama sudah lama manjadi perhatian dari pemerintah maupun berbagai elemen lainnya.

Winto yakin jika FKUB Kabupaten Siak akan terus berpartisipasi untuk mewujudkan Siak yang rukun dan damai.  Selama ini apa yang telah dilakukan oleh FKUB sedikit banyaknya telah membantu menjaga kondusifitas daerah di Siak.

“Jangan sampai ada ranting yang patah atau kaca yang pecah di Siak.  Serta jangan sampai ada dusta diantara Kita.  Ini menunjukkan kerukunan antar umat beragama terjalin dengan baik,” harapnya. [Abb]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *