LayarBerita, Banda Aceh — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan vaksin Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) produksi Sinovac (CoronaVac) dalam daftar penggunaan darurat (emergency use Listing, EUl). Hal ini disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani secara tertulis kepada wartawan di Banda Aceh, Senin (7/6/2021).

“Satgas Penanganan Covid-19 Nasional telah mempublikasikan validasi WHO terhadap vaksin produksi Sinovac itu, melalui situs resmi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional,” ujarnya.

Juru Bicara yang akrab dengan panggilan SAG ini menjelaskan, validasi tersebut menandakan WHO mengakui keamanan dan efektifitas vaksin Sinovac (CoronaVac) dalam memberikan perlindungan dari serangan virus corona.

Sebagaimana dilansir pada laman covid19.go.id, WHO menilai vaksin Sinovac dapat memberikan perlindungan di atas 50 persen. Apabila penerima dua dosis vaksin Covid-19 terinfeksi virus corona, tidak akan mengalami gejala berat hingga 100 persen, dan tidak perlu dirawat di ruang isolasi rumah sakit.

Selain itu, lanjut SAG, vaksin Sinovac telah mendapatkan izin penggunaan dalam masa darurat dari Badan POM. Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menjamin kehalalan dan kesucian vaksin Sinovac bagi umat muslim. Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh pun sependapat dengan MUI Pusat tentang kehalalan dan kesucian vaksin Sinovac itu.

“Masyarakat Aceh tidak perlu lagi meragukan khasiat, efektifitas, dan kehalalan vaksin Sinovac yang selama ini digunakan,” terang SAG. [red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *