LayarBerita, Banda Aceh – Kepolisian Daerah Aceh berkerja sama dengan Polres Aceh Timur, berhasil mengungkap peredaran Narkoba jenis sabu jaringan Malaysia-Indonesia seberat 133 kilogram.

Kepala Kepolisian Daerah Aceh Irjen. Pol. Drs. Ahmad Haydar, Senin (6/12/21)) di Mapolda Aceh, saat jumpa pers menjelaskan, kasus tersebut merupakan dari beberapa jaringan internasional dari Malaysia menuju Indonesia, dan direncanakan untuk diedarkan ke wilayah Palembang dan Medan.

Tempat kejadiaan perkara kasus (TKP) di Desa Lhok Dalam, Kecamatan Pereulak, Kabupaten Aceh Timur. Dalam kasus itu diduga ada 3 pelaku, satu orang yang berinisial B alias Dedek bin Sulaiman berhasil diamankan, sedangkan dua lagi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kapolda Aceh Ahmad Haydar, mengungkapkan kronologi penangkapan tersangka pada Jumat (3/12/21) pukul 05.00 WIB.  Personel Satresnarkoba yang dipimpin Kastresnarkoba Polres Aceh Timur melakukan penyelidikan dan menemukan 1 unit mobil Daihatsu Terios yang parkir di depan rumah B. Personel melakukan penggeledahan terhadap mobil tersebut, ditemukan barang bukti 3 karung goni tepung terigu berisikan 60 bungkus teh cina merk Guanyinwang warna gold.

“Di dalamnya berisi kristal putih yang diduga jenis sabu seberat 60 Kg,” jelas Kapolda Aceh.

Tak hanya itu, dari pengembangan penyelidikan terhadap tersangka B, polisi kemudian juga menemukan 73 Kg sabu di rumah tersangka.  Sehingga total barang bukti kalau ditotal sebanyak 133 Kg. Selain itu petugas juga mengamankan satu unit mobil Terios sebagai barang bukti.

“Tersangka mengaku bahwa semua barang narkotika jenis sabu tersebut adalah milik C (DPO) yang disimpan di rumahnya, atas perintah C.  Dapat dibayangkan 133 Kg, ini bisa menyelamatkan 665 jiwa generasi muda kita,” terang Ahmad Haydar.

Jenderal Bintang Dua ini mengungkapkan barang haram jenis sabu-sabu itu berasal dari China.  Hal itu terlihat dari barang-barang yang ditemukan, memang berasal dari China. Terhadap tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman paling singkat 5 tahun, paling lama 20 tahun dan terberat hukuman mati. [red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *