LayarBerita, Aceh Utara – Dampak hujan yang mengguyur selama 2 hari terakhir, membuat sejumlah ratusan desa di Kabupaten Aceh Utara terendam banjir.  Berdasarkan data sementara BPBD Aceh Utara, banjir melanda sekitar 20 kecamatan dari 27 kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh Utara.

Menurut kepala BPBD Aceh Utara Amir Hamzah, berdasarkan data sementara yang dikumpulkan pihaknya, ada ratusan desa yang terendam banjir akibat guyuran hujan selama dua hari terakhir. Sejauh ini sejumlah warga yang desanya terendam banjir mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.  Seperti meunasah maupun mesjid yang berada di sekitar desa.

“Pantauan sementara, tinggi genangan banjir bervariasi.  Namun daerah yang memang genangan sudah tinggi, warga sudah melakukan mengungsi ke lokasi meunasah.  Sejauh ini belum ada korban jiwa yang terdata,” ujar Amir Hamzah.

Sambungnya, saat ini hujan masih terus turun di sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Utara.  Tim BPBD telah melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk melakukan langkah penanganan terhadap masyarakat.

“Semua personel telah kita turunkan, termasuk peralatan untuk proses evakuasi.  Koordinasi dengan TNI/Polri serta berbagai pihak terus kita lakukan untuk mengatasi kondisi saat ini,” ucap Amir yang mengaku sampai saat ini dirinya masih berada di lapangan bersama tim.

Menurut data pihak BPBD Aceh Utara, adapun kecamatan yang terendam adalah, Kecamatan Lhoksukon, Cot Girek, Langkahan, Baktiya, Baktiya barat, Lapang, Matangkuli, Pirak Timu, Paya Bakong, Tanah Luas, Nibong, Samudera, Kuta Makmur, Meurah Mulia, Simpang Kramat, Dewantara, Nisam, Banda Baro, Syamtalira Aron dan Syamtalira Bayu.

“Ini data sementara, kita khawatir banjir akan terus bertambah.  Lantaran hujan masih saja turun di semua wilayah di Kabupaten Aceh Utara.  Untuk itu kita mengimbau agar masyarakat waspada karena kondisi saat ini belum normal,” terang Amir.

Sejauh ini pihak BPBD serta Tim SAR fokus terhadap kondisi masyarakat untuk proses evakuasi bagi daerah yang terisolir dan ketinggian banjir sudah di atas satu meter.

Selain di Aceh Utara, banjir juga merendam sejumlah desa di wilayah Kota Lhokseumawe.  Bahkan banjir merendam jalan-jalan desa maupun jalan nasional.  Sehingga petugas kepolisian terpaksa menurunkan personelnya untuk mengatur arus lalu lintas.  Hal ini dilakukan untuk merespon kondisi banjir dalam meminimalisir kecelakaan pengendara. [red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *