LayarBerita, Lhokseumawe – Tekad untuk terus memperbaiki kehidupan sosialnya, yakni memperbaiki perekonomian keluarga terpatri kuat dalam diri Adnan, pria berusia 45 tahun asal Gampong Meunasah Mesjid, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Dirinya kini telah sukses membuka bisnis usaha gitar akustik di rumahnya. Tidak tanggung, kini gitar produksi dirinya telah dipasarkan ke beberapa provinsi di luar Aceh.  Bahkan kini alat musik petik buatannya mulai digandrungi sejumlah pemusik.  Pasalnya gitar buatannya terbuat dari kayu pilihan dan dikerjakan dengan sangat telaten serta bahan yang tidak asal jadi.

Dengan bahan baku pilihan yang terdapat di daerahnya, pria ini bisa menghasilkan gitar akustik yang mampu bersaing di pasaran.

Ayah dari dua orang anak itu, mengaku mampu meraih omzet hingga Rp15 juta perbulan dari hasil usaha yang dirakitnya sejak Maret 2019 lalu. Satu unit gitar waktunya juga bervariasi, bisa satu bulan hingga 3 bulan, tergantung bahan dari gitar.

“Awalnya saya hanya membuka usaha servis atau reparasi gitar pada tahun 2010. Namun secara bertahap saya pelajari, dan Alhamdulillah sudah bisa merakit gitar sendiri,” katanya saat ditemui LayarBerita, Kamis (30/6/2022).

Untuk harga produksi gitar miliknya, Adnan memberikan merek ‘Andrea’ yang berasal dari nama dua anaknya yakni Andre dan Dea, serta dijual dengan kisaran harga Rp3 juta hingga Rp 10 juta. Harga ini bervariasi sesuai kebutuhan pemesan, terkait hardware yang dipasangkan pada alat musik petik buatannya. [Teks/Foto:Reza/Yasir]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.