LayarBerita, Lhokseumawe – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol Heru Pranoto melaunching program Mon Geudong Bersinar, Tangguh, Mandiri dan Berakhlak Mulia, Senin (5/4/2021) siang.

Program yang merupakan sinergitas antara Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Lhokseumawe dengan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Lhokseumawe, di pusatkan di Desa Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe.

Kepala BNNP Aceh dalam sambutannya menyampaikan, berdasarkan hasil penelitian tahun 2019 antara BNN RI dengan LIPI, Provinsi Aceh menduduki rangking 6 prevalensinya penyalahgunaan narkoba, dan kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan.

Di Kota Lhokseumawe, Desa Mon Geudong berdasarkan data yang ada, merupakan salah satu desa yang kerap terjadi penyalahan dan peredaran gelap narkotika.

Oleh karena itu, untuk merubah citra negatif, maka dilaksanakan program Mon Geudong Bersinar, Tangguh, Mandiri dan Berakhlak Mulia, yang betujuan untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

“Ini yang menjadi landasan program Bersinar dilaksanakan di Desa Mon Geudong, untuk merubah citra negatif menuju desa yang tangguh, mandiri dan berakhlak mulia, dengan dukungan semua pihak, baik Pemerintah Daerah, DPRK, Polri, TNI, Kejaksaan, MPU dan juga Bank Indonesia dalam bentuk dukungan finansial,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikannya, pihak BNNP melalui BNNK akan melakukan pengawasan untuk memastikan program yang dilaksanakan benar-benar berhasil dan sukses.

Dengan pengawasan yang dilakukan dan dukungan semua pihak, Brigjen Pol Heru Pranoto berkeyakinan, di Desa Mon Geudong, Lhokseumawe, akan lahir pengusaha-pengusaha mandiri baru yang mampu merubah citra negatif dan menuju masyarakat yang tangguh, mandiri dan terbebas dari pengaruh narkotika, imbuhnya.

Sementara Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Kota Lhokseumawe menyambut baik dan mengapresiasi atas pelaksanaan launching program Mon Geudong Bersinar, Tangguh, Mandiri dan Berakhlak Mulia dan penyerahan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa program pembudidayaan ikan lele dengan sistem bioflok kepada kelokpo PGM Bersinar.

Semoga kelompok binaan Kantor Perwakilan BI Lhokseumawe bersama pihak yang ikut berkontibusi, mampu membangun perekonomian masyarakat dengan inovasi-inovasidan produk-produk sesuai potensi ekonomi yang menjadi unggulan untuk bisa dikembangkan.

Oleh karena itu Pemerintah Kota Lhokseumawe mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan ekonomi masyarakat melalui usaha rumahan atau kelompok usaha, salah satunya pembudidayaan ikan lele.

“Gunakan dan manfaatkan bantuan yang diberikan dengan sebaik-baiknya,” pesan Suadi Yahya.

Ke depan, Pemerintah Kota Lhokseumawe akan memperhatikan perkembangannya dan akan terus mengevaluasi budidaya ikan lele yang sedang dijalankan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Perwakilan BI Lhokseumawe, Yukon Afrinaldo menyampaikan, program yang sedang dijalankan di Desa Mon Geudong terinspirasi oleh permohonan aparatur desa setempat terkait pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Merespon permohonan tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan Pemko Lhokseumawe dan Muspida Kota Lhokseumawe, serta aparatur desa setempat, untuk melaksanakan program permbedayaan ekonomi masyarakat yang hari ini launching

“Alhamdulillah hari kita akan memulai kegiatan pemberdayaan ekonomi yang pertama di Indonesia dengan pola kerja sama dapat berjalan sukses sebagaimana diharapkan, serta bermanfaat,” ucapnya.

Lauching Program Mon Geudong Bersinar, Tangguh, Mandiri dan Berakhlak Mulia ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara BNNP Aceh, Pemko Lhokseumawe dan Kantor Perwakilan BI Lhokseumawe.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatangan komitmen bersama dan  penyerahan Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK) 75 Tahun Republik Indonesia, kepada Muspida Plus yang hadir.

Kegiatan ditutup dengan penaburan 60.000 bibit ikan lele oleh undangan yang hadir. (BIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *