LayarBerita.com – Tes Widal adalah tes yang digunakan untuk mendiagnosis demam tifoid atau lebih populer dengan sebutan tipes/tifus. Tes ini dilakukan dengan mendeteksi bakteri penyebab tifus dalam aliran darah pasien melalui tes biokimia aglutinasi.
Meski metode ini mudah untuk dilakukan, keakuratan hasil tes belum sepenuhnya dapat diandalkan.

Walau begitu, tes ini berguna untuk mendeteksi adanya antibodi dalam serum pasien yang diproduksi saat terdapat agen penyebab demam tifoid (Salmonella Typhi atau Salmonella Paratyphi A, B dan C).

Prinsip Tes Widal

Individu yang terinfeksi Salmonella Typhi atau S. paratyphi menghasilkan antibodi terhadap antigen somatik (O) dan  atau antigen flagella (H). Antibodi yang dihasilkan dalam serum jika terkena suspensi bakteri yang membawa antigen homolog, menyebabkan aglutinasi. Reaksi aglutinasi dapat dilihat sebagai penggumpalan yang terlihat.

Dalam tes tersebut, serum pasien dicampur dengan suspensi bakteri Salmonella yang mati yang membawa antigen O, H, AH dan BH spesifik, kemudian diamati untuk reaksi aglutinasi. Jika serum pasien mengandung antibodi spesifik terhadap antigen, terlihat adanya penggumpalan yang menunjukkan hasil tes positif. Tidak adanya aglutinasi menunjukkan hasil negative.

Pertimbang untuk Melakukan Tes Widal

Tes ini diperlukan jika demam tifoid disertai dengan:

  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Peningkatan demam secara bertahap hingga 40° Celcius
  • Gastroenteritis
  • Diare tidak berdarah. Muncul ruam (jarang terjadi)
  • Perdarahan usus pada kasus yang parah
  • Detak jantung lambat yang relatif tidak normal
  • Rasa tidak enak badan. Berkeringat berlebihan
  • Limpa dan hati membesar
  • Perut buncit

Cara Membaca Tes Widal

Prosedur ini melibatkan tes aglutinasi serum untuk mendeteksi demam tifoid. Penderita akan membawa antibodi homologous di dalam serum. Metode geser dan metode tabung adalah dua jenis prosedur yang bisa dilakukan. Jika serum bereaksi dengan antigen masing-masing, aglutinasi akan terjadi. Ini adalah tes metode cepat yang hasilnya bisa diperoleh pada hari yang sama.

Penafsiran hasil tes Widal perlu dikaji secara cermat. Tes darah Widal adalah analisis diagnostik kualitatif dan kuantitatif. Jika range pengujian lebih dari atau sama dengan 1:160 titer untuk antigen O dan antigen H, maka itu menandakan adanya infeksi tifoid.

Tes ini merupakan penentuan kadar aglutinasi antibodi terhadap antigen O dan H dalam darah (antibodi O muncul pada hari ke 6-8, dan antibodi H muncul pada hari ke 10-12). Pemeriksaan ini bisa memberikan hasil negatif sampai 30% dari sampel cultur positif penyakit tifus, sehingga hasil tes negatif tidak berarti dapat dipastikan tidak terjadi infeksi.

Penting untuk diketahui, pemeriksaan tunggal penyakit tifus dengan tes ini kurang baik karena akan memberikan hasil positif bila terjadi infeksi berulang karena bakteri Salmonella lainnya, imunisasi penyakit tifus sebelumnya, atau infeksi lainnya seperti malaria dan lain-lain.

Jika Hasil Tes Positif

Jika tes dilakukan pada negara endemis seperti Indonesia, sebagian besar hasil tes pasti akan menunjukkan hasil yang positif. Akan tetapi, hal ini tidak secara otomatis menyatakan seseorang sedang menderita infeksi tifus, keadaan ini sering disebut sebagai pemeriksaan laboratorium biakan empedu.

Tes dengan hasil positif menunjukkan bahwa seseorang yang mengidap infeksi bakteri Salmonella enterica serovar typhi. Hal itu menandakan terdapat titer antigen O dan H. S typhi O positif artinya infeksi aktif demam tifoid. Sedangkan S typhi H positif artinya ada infeksi masa lalu atau menunjukkan hasil laporan uji serum orang yang diimunisasi.

Jika Hasil Tes Negatif

Saat hasil tes menunjukkan hasil negatif, berarti Anda tidak mengalami demam tifoid dan infeksi lainnya. Nilai titer antigen O dan H di bawah 1: 160 dalam sampel.

Perbedaan Hasil Diagnosis

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diagnosis demam tifoid hanya menggunakan tes Widal saja sering kali tidak akurat. Berikut adalah beberapa penyebab tes menunjukkan hasil negatif:

  • Tidak ada infeksi typhi
  • Kesalahan yang terjadi saat pengujian
  • Konsumsi antibiotik sebelumnya
  • Antigen komersil yang bervariasi
  • Menjadi carrier
  • Kurang adekuatnya antigen bakteri untuk menginduksi terbentuknya antibody
  • Gizi tubuh yang buruk
  • Konsumsi obat-obat imunosupresif
  • Penyakit agammaglobulinemia
  • Leukemia
  • Karsinoma lanjut

Sedangkan penyebab tes widal positif, antara lain:

  • Terinfeksi S.typhi
  • Pernah terpapar antigen S.typhi
  • Reaksi silang dengan malaria atau infeksi enterobacteriaceae yang lain
  • Penyakit lain seperti demam dengue
  • Reaksi silang dengan Salmonella (non-typhoidal)
  • Antigen komersil yang bervariasi

Sementara menurut Pedoman Pengendalian Demam Tifoid: Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 364/MENKES/SK/V/2006 adalah:

  • Belum ada kesepakatan tentang nilai titer patokan. Tidak sama masing-masing daerah tergantung endemisitas daerah masing-masing dan tergantung hasil penelitiannya.
  • Batas titer yang dijadikan diagnosis, hanya berdasarkan kesepakatan atau perjanjian pada satu daerah, dan berlaku untuk daerah tersebut. Kebanyakan pendapat bahwa titer 0 1/320 sudah menyokong kuat diagnosis demam tifoid.
  • Reaksi tes negatif tidak menyingkirkan diagnosis tifoid.
  • Diagnosis demam tifoid dianggap diagnosis pasti adalah bila didapatkan kenaikan titer 4 kali lipat pada pemeriksaan ulang dengan interval 5-7 hari.

Tes Widal merupakan salah satu diagnosis tifus yang cepat dan mudah di daerah yang fasilitas kesehatan terbatas. Menurut World Health Organization (WHO), dikarenakan berbagai faktor dapat memengaruhi hasil tes, sebaiknya jangan terlalu mengandalkan tes ini untuk menentukan apakah tubuh telah terinfeksi.

Biaya Tes Widal

Pada dasarnya biaya tes ini di setiap rumah sakit atau klinik berbeda-beda. Harga tes berkisar antara Rp100.000 sampai dengan Rp200.000. (DokterSehat.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *