LayarBerita, Jakarta – Bank Indonesia menyelenggarakan acara BI Bersama Masyarakat atau disebut juga BIRAMA 2021 sebagai media dialog BI dengan masyarakat, khususnya seputar prospek perekonomian dan arah kebijakan pada 2022

Kegiatan yang diselenggarakan selama 3 (tiga) hari pada 1-3 Desember 2021, melibatkan pula lembaga tinggi, perbankan, pengamat ekonomi, pelaku ekonomi, akademisi, dan media guna memberikan padangan dari berbagai perspektif terkait prospek perekonomian dan arah kebijakan ke depan.

Rangkaian kegiatan yang dikemas dalam format Focus Group Discussion (FGD) dan Podcast (siniar) serta terbuka untuk umum, mengemuka sejumlah pertanyaan seputar langkah kebijakan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional di tengah dinamika perekonomian global dan perkembangan Covid-19 yang masih berlangsung, digitalisasi sistem pembayaran, dan kebijakan makroprudensial BI.

Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam kesempatan seremoni pembukaan BIRAMA menyampaikan, sebagai bagian dari instrumen kebijakan, BI melakukan komunikasi secara terus menerus kepada masyarakat dalam menjalankan mandat sebagai bank sentral yang independen dengan tetap menjaga aspek akuntabilitas dan transparansi.

Untuk itu, BIRAMA juga menjadi wujud upaya memperkuat transparansi khususnya terkait arah kebijakan dan prospek ekonomi ke depan, dengan sejumlah respons kebijakan serta bersinergi dengan para pemangku kepentingan.

Dalam rangkaian BIRAMA hari pertama yang dipimpin oleh Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, FGD mendiskusikan mengenai sinergi untuk mendorong pemulihan ekonomi dan inovasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan, upaya menjaga stabilitas ekonomi makro dan sistem keuangan, serta berbagai inovasi kebijakan untuk menjawab tantangan di era digital, termasuk melalui digitalisasi.

Sejumlah tokoh prominen hadir menjadi narasumber, diantaranya Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara dan Direksi BRI, Handayani. Diskusi juga melibatkan penanggap dari kalangan pengamat ekonomi, redaktur media, akademisi, anggota parlemen dan perbankan.

Kegiatan BIRAMA hari kedua yang bersifat terbuka bagi masyarakat umum disajikan dalam bentuk Podcast Siniar Pojok Thamrin yang ditayangkan langsung melalui kanal media sosial BI.

Diskusi menekankan pada pentingnya optimisme dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, dan tetap berhati-hati melalui penerapan protokol kesehatan.

BI dalam hal ini juga akan terus mengoptimalkan instrumen kebijakannya dalam menyambut tahun 2022 sebagai tahun akselerasi pemulihan, dan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, seperti kementerian/lembaga terkait, perbankan, serta dukungan pelaku usaha dan masyarakat umum.

Kegiatan hari kedua ditutup dengan penampilan stand up comedy yang menghadirkan komedian tunggal, Soleh Solihun.

Sebagai acara lanjutan, BIRAMA pada hari ketiga mengulas mengenai inovasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan, langkah BI mendorong digitalisasi Sistem Pembayaran guna mempercepat integrasi ekonomi dan keuangan digital, termasuk implementasi 3 (tiga) Blueprint, yaitu Blueprint Sistem Pembayaran di Indonesia, Blueprint Pendalaman Pasar Uang, dan Blueprint Pengelolaan Uang Rupiah, serta tranformasi Bank Indonesia untuk mendukung perkembangan era digital dan menjawab tantangan perekonomian ke depan. (rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *