LayarBerita, Aceh Utara – Setelah 17 tahun lebih keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) nomor 18 Tahun 2003 tentang Pemindahan Ibukota Kabupaten Aceh Utara Dari Wilayah Kota Lhokseumawe ke Lhoksukon.  Akhirnya rencana pemindahan pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Utara sesuai dengan peraturan pemerintah sedikit lagi akan terujud.

Hal ini dapat diketahui dengan digelarnya Zikir dan Peusijeuk kantor Bupati Aceh Utara, Kamis (3/12/2020).  Prosesi adat dan keagamaan ini memberikan sinyal akan dimulainya pemindahan pusat administrasi Pemkab Aceh Utara ke Lhoksukon.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib, Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf, Sekda A Murtala serta sejumlah pejabat lainnya dan para pegawai dilingkungan setdakab.

Kegiatan itu diawali dengan shalat subuh berjamaah di Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon, yang dihadiri oleh seluruh pejabat jajaran Pemkab Aceh Utara dan pejabat Forkopimda setempat.

Seluruh jamaah kemudian bergerak dari pusat Kota Lhoksukon ke Kantor Bupati di Landeng yang berjarak sekitar 5 KM.  Dilokasi tersebut, para jamaah mengikuti kegiatan zikir bersama dengan memanfaatkan ruangan utama Kantor Bupati yang hanya tinggal finishing.

Kegiatan zikir dipandu oleh Tgk H Jamaluddin Ismail (Walidi) yang juga Imum Syik Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon. Pelaksanaan zikir berakhir sekitar pukul 07.30 Wib, dilanjutkan dengan prosesi peusijuek Kantor Bupati.

Peusijuek atau tepung tawar dilakukan oleh Ketua MPU Aceh Utara Tgk H Abdul Manan (Abu Manan Blang Jruen), turut didampingi oleh ulama kharismatik Abi Jafar Lueng Angen dan Waled Sirajudin Hanafi.

Prosesi peusijuek masing-masing dilakukan untuk Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib, Wakil Bupati Fauzi Yusuf, dan Sekdakab Aceh Utara Dr A Murtala, MSi.

Prosesi peusijuek ini merupakan wujud komitmen yang pernah diungkapkan oleh Bupati Aceh Utara untuk memfungsikan Kantor Bupati dan DPRK yang baru di kawasan Landing.

Ketua MPU Aceh Utara Abu Manan Blangjruen dalam tausiyah singkat antara lain mengatakan beroperasinya Kantor Bupati Aceh Utara yang baru di Landing, merupakan satu rahmat dan nikmat Allah SWT yang harus disyukuri.

“Tidak bisa dipungkiri, ini adalah merupakan nikmat Allah yang harus kita syukuri bersama. Hal yang sudah cukup lama dinanti-nantikan oleh masyarakat Aceh Utara,” ujar Abu Manan.

Pada kesempatan itu, Abu Manan juga mengharapkan bukan hanya Kantor Bupati yang beroperasi di Landeng, Lhoksukon, akan tetapi instansi – instansi lainnya juga secara berangsur harus dipindahkan ke Lhoksukon sebagai ibukota Kabupaten Aceh Utara.

Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib dihadapan jamaah zikir, mengatakan pihaknya telah berpesan kepada Sekda agar segera mengambil langkah-langkah untuk secepatnya pindah ke kantor baru di Landeng. “Ini tugas pertama dan utama yang saya berikan kepada Sekda baru yang saya lantik kemarin,” tegas Cek Mad, sapaan akrab Bupati Aceh Utara.

Lebih lanjut Cek Mad berharap agar segera dilakukan penghijauan di seluruh areal Kantor Bupati dan DPRK. Sehingga nantinya lokasi terlihat lebih indah dan asri. Bila perlu ditanami dengan pohon-pohon yang lebih bermanfaat seperti tanaman buah. [rik/red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *