LayarBerita, Lhokseumawe – Perkembangan harga berbagai komoditas pada Mei 2021 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.  Pada Mei 2021 terjadi inflasi sebesar 0,19 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,06 pada April 2021 menjadi 107,26 pada Mei 2021.

Berdasarkan data yang diterima dari BPS Kota Lhokseumawe, inflasi  yang  terjadi  dikarenakan adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran. Yaitu, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,14 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,23 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,09 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,41 persen; kelompok transportasi sebesar 0,32 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,70 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan, yaitu: kelompok kesehatan; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; kelompok pendidikan; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran  .

Pada Mei 2021, dari 11 kelompok pengeluaran, 6 kelompok memberikan andil/sumbangan inflasi dan 5 kelompok tidak memberikan andil/sumbangan. Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,05 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,02 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,02 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,02 persen; kelompok transportasi sebesar 0,03 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,05 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang tidak memberikan andil/sumbangan, yaitu: kelompok kesehatan; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; kelompok pendidikan; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran.

Beberapa komoditas yang memiliki andil/sumbangan dominan terhadap inflasi, antara lain: daging ayam ras sebesar 0,21 persen, minyak goreng sebesar 0,09 persen, ikan dencis sebesar 0,08 persen, ikan kembung/ikan gembung/ ikan banyar/ikan gembolo/ ikan aso-aso sebesar 0,06 persen, cumi-cumi sebesar 0,06 persen, emas perhiasan sebesar 0,05 persen, ikan bandeng/ikan bolu sebesar 0,04 persen, pisang sebesar 0,04 persen, telur ayam ras sebesar 0,03 persen, dan tempe sebesar 0,02 persen.

Sementara komoditas yang memiliki andil/sumbangan dominan terhadap deflasi, antara lain: ikan tongkol/ ikan ambu-ambu sebesar -0,28 persen, cabai merah sebesar -0,18 persen, udang basah sebesar -0,07 persen, pir sebesar -0,05 persen, cabai rawit sebesar -0,04 persen, ikan asin teri sebesar -0,02 persen, kacang panjang sebesar -0,02 persen, mobil sebesar -0,02 persen, bawang merah sebesar -0,01 persen, dan terong sebesar -0,01 persen.

Sementara tingkat inflasi tahun kalender Mei 2021 (Januari-Mei) 2021 untuk Kota Lhokseumawe sebesar 0,61 persen, Kota Meulaboh sebesar 0,63 persen, Kota Banda Aceh sebesar 0,45 persen. Untuk Provinsi Aceh sebesar 0,53 persen dan Nasional sebesar 0,90 persen.

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Mei) 2021 sebesar 0,61 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2021 terhadap Mei 2020) sebesar 3,18 persen.

Inflasi year on year (Mei 2021 terhadap Mei 2020) untuk Kota Lhokseumawe sebesar 3,18 persen, Kota Meulaboh sebesar 2,73 persen, Kota Banda Aceh sebesar 1,73 persen, Untuk Provinsi Aceh sebesar 2,27 persen dan Nasional sebesar 1,68 persen. [red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *