LayarBerita, Aceh Utara – Hujan deras yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Utara dalam 3 hari terakhir, membuat sejumlah desa mulai digenangi banjir.  Sehingga membuat sejumlah sungai meluap dan air menggenangi areal pemukiman penduduk.

Menurut data dari BPBD Kabupaten Aceh Utara, hasil monitor disejumlah titik rawan banjir dalam Kabupaten Aceh Utara, terutama di Kecamatan Matangkuli,  Minggu 3 Januari 2021, memantau pada beberapa lokasi seperti, Jembatan Parang Sikureung, Jembatan Gampong Mee dan Jembatan Gampong Lawang.

Informasinya diketahui, kebiasannya debit air Krueng Pase lebih tinggi, luapan banjir akan melimpah ke Kecamatan Meurah Mulia, Samudera dan Syamtalira Aron serta Kecamatan tetangga lainnya.

Begitu juga jika debit air Krueng Keureuto meninggi, banjir akan meluap di Kecamatan Paya Bakong, Pirak Timu, Matangkuli, Lhoksukon, Tanah Luas dan Kecamatan Lapang serta sejumlah kecamatan lainnya ikut banjir.

Hasil pertemuan Kalaksa BPBD Amir Hamzah, dengan penjaga AWLR Pos Matangkuli, Sofyan, diketahui ketinggian debit air Krueng Keureuto sejak Minggu 3 Januari mencapai 5,5 meter.  Kondisi ini sedikit berbeda saat terjadi banjir besar 4 Desember 2020 lalu, ketinggiannya mencapai puncak 6,5 meter.

“Pengalamannya, jika ketinggian debit air 4 meter saja, sudah melimpah ke desa-desa sekitar,  apalagi saat ini ketinggian sudah mencapai 5,5 meter,” ujar Amir.

Sambung Amir, walau masih dilanda hujan sampai saat ini.  Namun debit air Keureuto sejak pukul 10.00 WIB sudah mengalami penurunan hingga 30 cm.

“Mudah-mudahan cepat kembali normal posisi debit air berkurang. Tetapi belum dapat kita prediksi, bisa bertambah atau berkurang,” ungkapnya.

Berdasarlan laporan dari camat/Muspika sebelumnya, bahwa hujan mengguyur selama dua hari sejak Sabtu hingga Minggu, mengakibatkan banjir disejumlah kecamatan, ketinggian air bervariasi mencapai 20 – 40 cm.

Adapun sementara banjir melanda sejumlah kecamatan, seperti : Kecamatan Simpang Keramat, yang kondisi debit air Krueng Jawa dan Krueng Buloh meluap kepemukiman warga di Desa Meunasah Baroh, Meunasah Dayah, Meunasah Teungoh.

Selain itu, Kecamatan Pirak Timu, debit air Krueng Pirak meluap kepemukiman warga Gampong Pucok Alue, Rayeuk Pange dan Matang Keh.  Begitu juga dengan beberapa desa di Kecamatan tetangganya, Matangkuli juga ikut terendam banjir, yakni Gampong Alue Euntok, Tumpok Barat, Meuria, Hagu, Alue Thoe, Lawang, Tanjong Haji Muda, Leubok Pirak, Siren, Meunye dan Gampong Pande.

“Laporan Geuchik Tanjong Haji Muda, Husen Kosgoro, sejumlah warganya sudah mulai mengungsi ke Selter BPBD. Begitu juga warga gampong lainnya sudah mencari tempat-tempat aman dan tinggi. Hal ini untuk mengantisipasi kondisi jika air terus naik,” terang Amir.

Hal yang sama juga dialami oleh Kecamatan Lhoksukon, ada 3 desa yang mulai digenangi banjir, yakni Gampong Krueng, Jok LT dan Gampong Kumbang LT.  Selain itu banjir juga melanda Desa Ampeh Kecamatan Tanah Luas dan Gampong Alue Majrun dan Gampong Blang Majrun di Kecamatan Syamtalira Bayu.

Hasil pantauan sementara pihak BPBD, Minggu 3 Januari 2021 pagi, Kabupaten Aceh Utara secara merata masih diguyur hujan lebat. Begitu juga hasil koordinasi dengan BPBD Bener Meriah hujan lebat masih mengguyur di Kabupaten tetangga tersebut.

“Hingga kini belum ada laporan secara detail titik pengungsian dan kerugian banjir tahap ll yang melanda Aceh Utara. Sejumlah petugas sudah disiagakan serta melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait untuk mengantisipasi jika banjir terus bertambah tinggi,” tutup Amir Hamzah. [red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *