LayarBerita, Lhokseumawe – Kota Lhokseumawe bulan November 2021, mengalami inflasi sebesar 0,82 persen. Sementara Kota Meulaboh dan Kota Banda Aceh juga terjadi inflasi masing-masing sebesar 0,48 persen dan 0,87 persen.

Secara agregat, Aceh (Gabungan 3 Kota) pada bulan November 2021 mengalami inflasi sebesar 0,80 persen.Secara Nasional terjadi inflasi sebesar 0,37 persen

Berdasarkan informasi dari BPS Kota Lhokseumawe, inflasi yang terjadi di Lhokseumawe terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,25 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,10 persen; kelompok transportasi sebesar 0,26 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,27 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga; kelompok kesehatan; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; kelompok pendidikan; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran.

Tingkat Inflasi tahun kalender November 2021 (Januari-November) 2021 untuk Kota Lhokseumawe sebesar 1,37 persen, Kota Meulaboh sebesar 1,26 persen, Kota Banda Aceh sebesar 1,65 persen.  Untuk Provinsi Aceh sebesar 1,52 persen dan Nasional sebesar 1,30 persen.

Inflasi year on year (November 2021 terhadap November 2020) untuk Kota Lhokseumawe sebesar 2,66 persen, Kota Meulaboh sebesar 2,29 persen, Kota Banda Aceh sebesar 2,51 persen, Untuk Provinsi Aceh sebesar 2,52 persen dan Nasional sebesar 1,75 persen

Perkembangan harga berbagai komoditas pada November 2021 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Pada November 2021 terjadi inflasi sebesar 0,82 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,19 pada Oktober 2021 menjadi 108,07 pada November 2021.

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–November) 2021 sebesar 1,37 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (November 2021 terhadap November 2020) sebesar 2,66 persen.

Beberapa komoditas yang memiliki andil/sumbangan dominan terhadap inflasi, antara lain: cabai merah sebesar 0,13 persen, minyak goreng sebesar 0,13 persen, udang basah sebesar 0,10 persen, ikan tongkol/ ikan ambu-ambu sebesar 0,10 persen, telur ayam ras sebesar 0,09 persen, ikan tuna sebesar 0,06 persen, ikan dencis sebesar 0,05 persen, daging ayam ras sebesar 0,05 persen, ikan bandeng/ikan bolu sebesar 0,02 persen, dan bawang merah sebesar 0,02 persen.

Sementara komoditas yang memiliki andil/sumbangan dominan terhadap deflasi, antara lain: jeruk sebesar -0,03 persen, pisang sebesar – 0,02 persen, jeruk nipis/limau sebesar -0,02 persen, pepaya sebesar -0,01 persen, anggur sebesar -0,01 persen, cabai hijau sebesar -0,01 persen, kentang sebesar -0,01 persen, ikan kakap merah sebesar 0,00 persen, daun singkong sebesar 0,00 persen, dan bawang putih sebesar 0,00 persen.

Pada November 2021, dari 11 kelompok pengeluaran, 4 kelompok memberikan andil/sumbangan inflasi dan 7 kelompok tidak memberikan andil/sumbangan. Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,77 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,01 persen; kelompok transportasi sebesar 0,02 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,02 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang tidak memberikan andil/sumbangan, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga; kelompok kesehatan; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; kelompok pendidikan; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran.  [rel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *